-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Tag Terpopuler

AAP Sebut APBN Pertanian Turun, Produksi Pertanian Naik

18 Januari 2023 | 10:17 AM WIB |

Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM pada  Rapat Kerja Komisi IV DPR bersama Kementerian Pertanian, Bulog, ID Food dan PT Pupuk Indonesia/ Foto : Dok. Andi Akmal

RAKYATSATU.COM, JAKARTA
- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Andi Akmal Pasluddin  (APP) membeberkan adanya kejanggalan di sektor pertanian Indonesia.


Hal itu disampaikan Akmal pada Rapat Kerja Komisi IV DPR bersama Kementerian Pertanian, Bulog, ID Food dan PT Pupuk Indonesia.


Kejanggalan sektor pertanian Indonesia itu karena dimana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kementerian Pertanian turun, tapi terlihat produktivitas pertanian makin naik terutama komoditas padi dan jagung. 


Kejanggalan ini juga disampaikan oleh beberapa kalangan termasuk anggota DPR Komisi IV di forum rapat.


Andi Akmal menyampaikan salah satu rahasia terbesar peningkatan produksi pertanian adalah tingginya KUR (Kredit Usaha Rakyat) khusus pertanian. 


Sepanjang tahun 2022, target KUR pertanian adalah sebesar Rp 90 triliun. Sedangkan realisasinya mencapai Rp 113.434.314.418.454 dengan total 2.737.246 debitur,” tutur Akmal.


Legislator asal Sulawesi Selatan II ini menegaskan, bahwa para pelaku usaha pertanian negara Indonesia sudah Bankable, atau sudah dapat kepercayaan dari lembaga keuangan resmi untuk mendapat akses permodalan. 


Hal lain yang merupakan kunci dari tingginya produksi pertanian negara ini menurut Akmal adalah, ada atau tidak adanya program pemerintah, para petani tetap melakukan produksi. 


“Para Petani  kita ini akan tetap bercocok tanam, apapun kondisinya. Karena mereka harus tetap hidup. Ini hal yang kedua setelah KUR kenapa produksi pertanian kita tetap stabil dan meningkat,” tegas Akmal yang akrab disapa AAP itu.


Politisi PKS yang juga anggota Banggar ini meminta kepada pemerintah terutama kementerian pertanian, agar melakukan evaluasi mendalam dalam APBN pertanian, berapa besar anggaran pemerintah yang betul-betul dapat dinikmati oleh petani Indonesia.


“Jangan Sampai APBN itu banyak dominan habis untuk operasional atau melayani aparatur,” tukas Andi Akmal Pasluddin. [Ikhlas/Sugi]

×
Berita Terbaru Update