-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Tag Terpopuler

Program Rujuk Balik Bagi Kepuasan Peserta dan Sustainabilitas Program JKN KIS

11 Juni 2020 | 11:25 AM WIB |
RAKYATSATU.COM, BONE
– Program Rujuk Balik adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang yang dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atas rekomendasi/ rujukan dari dokter spesialis/ sub spesialis yang merawat.

Bagi peserta program JKN-KIS sendiri program rujuk balik BPJS Kesehatan ini mempunyai manfaat diantaranya adalah sebagai kemudahan akses pelayanan, termasuk obat, mengurangi risiko komplikasi, meningkatkan kepatuhan konsumsi obat, dan secara tidak langsung peserta pun dapat meningkatkan pengetahuan terhadap sediaan, manfaat dan dampak obat yang digunakan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program JKN, Program Rujuk Balik (PRB) ini ditujukan pada penyakit-penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, jantung, asma, penyakit paru obstruktif kronis, epilepsy, skizofre, stroke, dan sindroma lupus eritematosus. PRB wajib dilakukan bila kondisi pasien dalam keadaan stabil, dimana disertai dengan surat keterangan rujuk balik yang dibuat dokter spesialis/ sub spesialis.

 “ Sesungguhnya tujuan dari rujuk bali ini adalah untuk peningkatan kepuasan peserta JKN dan kendali mutu dan biaya program JKN-KIS,program ini bisa berjalan apabila semua pihak berkomitmen, oleh karena itu kami pun bersama-sama pihak dari rumah sakit khususnya senantiasa melakukan evaluasi atas berjalannya Program Rujuk Balik tersebut,” tutur Hartono Purba, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Watampone dalam sambutannya saat melakukan pemaparan materi pada pertemuan antara BPJS Kesehatan dengan pihak RSUD Latemmamala Soppeng, Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng dan Tim Kendali Mutu dan Biaya BPJS Kesehatan Kantor Cabang Watampone beberapa waktu lalu.

“Program Rujuk Balik ini sangat penting khususnya bagi pasien PRB yang sudah stabil kondisinya tidak perlu lagi ke Rumah Sakit. Di samping itu, peranan Apotik yang telah bekerjasama juga sangat penting dalam hal ketersediaan obat-obat PRB. Apalagi di tengah pandemic Covid-19, program PRB dirasakan sangat tepat,” tutur dokter Sulfikar Andi Goesli, selaku Ketua Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya.  (Rasul)
×
Berita Terbaru Update