ads

05 November, 2019

Baru Dua Pekan di Bumi Arung Palakka, Kajari Bone Banyak Dapat Warisan

Baru Dua Pekan di Bumi Arung Palakka, Kajari Bone Banyak Dapat Warisan
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Baru sekira dua pekan bertugas di Bumi Arung Palakka sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bone, DR Eri Satriana, SH, MH, ternyata memiliki banyak warisan kasus dari beberapa pendahulunya Kajari Bone sebelumnya.

Hal itu terungkap saat Kajari Bone mengundang awak media di Kabupaten Bone di acara Konferensi Press, di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone, Jl MH Thamrin Watampone, Senin (04/11/2019).

Pada acara Konferensi Press tersebut, Kajari Bone didampingi Kacabjari Lapri Kejari Bone Andi Chairul, Kasi Pidsus Kejari Bone Andi Kurnia, Kasi Pidum Kejari Bone Erwin dan Kasi Pemeriksa Kejari Bone Ramlah. Keempatnya adalah orang Bone sedangkan Kajari Bone dari Banten.

Di mana pada acara Konferensi Press tersebut, para wartawan mempertanyakan sejumlah kasus di zaman Kajari Bone sebelumnya, diantaranya kasus dugaan alat kesehatan (alkes) dan dugaan kasus pungutan liar (pungli) di Dinas Kesehatan Bone.

Seejumlah kasus lainnya yakni, OTT di UPTD Pendidikan Kecamatan Libureng, dugaan korupsi dana BOS SMAN 3 Bone (dulu SMAN 2 Bone), dugaan kasus Puskesmas Kecamatan Cina, dan Bawaslu Bone, serta kasus aset narkoba.

"Wah baru saya tahu kalau saya ada warisan kasus. Biasanya warisan itu berupa warisan budaya, tapi ini warisan kasus. Saya harap teman-teman wartawan memberi saya kepercayaan, apalagi saya baru dua minggu bertugas di Kabupaten Bone," ujar DR Eri Satriana, dihadapan sejumlah wartawan.

DR Eri Satriana yang telah bertugas di delapan provinsi ini dan di Indonesia Timur ini yang kedua (Bone) setelah di Maluku Utara, menegaskan pula, kalau akan selalu mengedepankan transparansi dan akuntabilitas sebagai bentuk informasi kepada masyarakat.

"Kita akan bersinergi karena fungsi wartawan sesuai dengan UU No 40 tahun 1999 tentang Pers adalah untuk mencerdaskan masyarakat dan masuk dalam pilar demokrasi. Kami menegakkan hukum juga sebagai salah satu bagian dari tujuan mencerdaskan masyarakat," tegas DR Eri Satriana.

Ia menambahkan, ini merupakan Kajari yang ketiga kalinya baginya dan mengakui kalau barometer keberhasilannya dibantu oleh awak media, apalagi awak media (wartawan) turun langsung ke pokok masalah.

"Insya Allah, selama saya bertugas di Bone, saya tidak akan tertutup sama teman-teman wartawan, kalau saya salah tolong tegur saya karena saya ini manusia biasa, begitu juga sebaliknya. Tiga kali saya jadi Kajari, barometer keberhasilan saya dibantu oleh teman-teman wartawan. Tidak ada satu institusi yang besar karena bekerja sendiri. Saya perlu insan pers dan tentu butuh informasi berimbang," tuturnya.

Selain itu, ia juga menegaskan tidak mau diukur sebagai seorang pengecut dan mau bermitra serta akan menindak lanjuti semua kasus yang disampaikan oleh wartawan.

"Saya juga tidak mau diukur sebagai seorang pengecut dan saya mau bermitra, kami butuh kalian dan begitu sebaliknya. Saya bersama teman-teman Kacabjari dan Kasi akan menindak lanjuti kasus yang disampaikan teman-teman secara proporsional dan profesional. Setiap pendampingan saya akan mengikutkan wartawan tapi tentunya tentu harus sesuai koridor dan regulasi. Kami tidak akan pernah kongkalikong, yang jelas zaman saya ini akan transparan. Para Kacabjari dan Kasi jangan pernah pelit memberi informasi," pungkasnya.   (Rasul)
Don't Miss

News Feed