ads

11 September, 2019

Tripika Tanete Riattang Kunjungi Pondokan Pemulung

Tripika Tanete Riattang Kunjungi Pondokan Pemulung
banner 336x280
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Temuan LSM Lembaga Pemantau Desa (Lepas) terhadap pemulung yang tinggal di gubuk reot di dinding Stadion Persibo Bone, Jl Kalimantan, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, langsung ditindaklanjuti Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang.

Camat Tanete Riattang, Andi Saharuddin bersama Danramil Tanete Riattang, Kapten Eko dan Ipda Melyana (Polsek Tanete Riattang) didampingi Lurah Manurunge Andi Kasmiati, langsung meninjau gubuk sipemulung, Tobe (74), Rabu (11/09/2019).

Saat para petinggi Tanete Riattang tersebut mendatangi gubuk Tobe sekira pukul 12.15 Wita, mereka mendapati gubuk tersebut tanpa ada penghuninya (Tobe saat itu sedang memulung).

"Kami sangat berterima kasih atas sinergitas dan informasi teman-teman wartawan dan LSM. Sipemulung Tobe itu merupakan salah seorang penerima atau rumah tangga sasaran penerima bantuan, baik rastra, PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan tersebut selalu diberikan kepada Tobe," jelas Andi Saharudin, yang ditemui di depan gubuk Tobe.

Ia menjelaskan, dulu Tobe tinggal sama anak kandungnya di Jl Andi Pangerang Petta Rani, namun dua terakhir pindah di Jl Kalimantan bersama seorang anak, Aprilia (8), yang bukan anak kandungnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Rakyatsatu.com dan Radarsulsel.id, termasuk informasi dari Kepala Lingkungan Matajang II Kelurahan Manurunge, Andi Suardi, bahwa Aprilia bukan anak kandung Tobe.

"Dulu Tobe bersama Aprilia tinggal di salah satu anak kandung Tobe, namun karena ada kelakuan Aprilia yang tidak disukai oleh anak kandung Tobe maka Tobe memilih pergi membawa Aprilia dan mendirikan gubuk di Jl Kalimantan," ujar Andi Suardi.

Sekira dua tahun silam, Tobe bersama Aprilia tinggal di Jl Andi Pangerang Petta Rani, Kelurahan Manurunge, pada saat itu Tobe dan Aprilia tinggal di rumah salah seorang anak kandungnya, namun belakangan anak kandung Tobe tidak menyukai sifat dan kelakuan Aprilia sehingga menegur dan memaki Aprilia.

Tobe tidak menerima baik teguran dan makian anak kandungnya terhadap Aprilia sehingga meninggalkan darah dagingnya sendiri dan membawa Aprilia ikut dengannya bersama-sama jadi pemulung.

Informasi yang berhasil dihimpun, bahwa Aprilia merupakan anak angkat Tobe yang dipelihara sejak kecil. Konon kabarnya, Aprilia dilahirkan oleh ibunya tanpa diketahui siapa bapaknya dan saat itu istri Tobe mengambil anak itu dan merawatnya.

Namun empat tahun lalu, istri Tobe meninggal dunia, sehingga Tobe bersama Aprilia tinggal bersama di rumah anak kandungnya.

Aprilia pernah/sempat mengenyam dunia pendidikan selama dua tahun di Panti Sosial Seroja Watampone, tetapi karena kelakuan Aprilia yang nakal sehingga keluar dari panti asuhan tersebut dan kini terus bersama Tobe menjadi pemulung dari pagi hingga sore.

Mengetahui status Aprilia yang bukan anak kandung Tobe, Ipda Melyana langsung mengambil inisiatif akan menghubungi dan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap Aprilia.

"Jika kita bertanya kepada Aprilia maka ia akan menjawab kalau Tobe itu kakeknya," ujar salah seorang warga Jl Kalimantan yang tidak ingin dimediakan namanya.  (Rasul)

Don't Miss

News Feed