ads

13 September, 2019

Hj Suarni Bilang Langganan Koran Mubasir, Legislator Lainnya Bilang Itu Pernyataan Keliru

Hj Suarni Bilang Langganan Koran Mubasir, Legislator Lainnya Bilang Itu Pernyataan Keliru
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Pernyataan anggota DPRD Kabupaten Bone dari Fraksi Nasdem, Hj Suarni, yang mengatakan langganan koran di DPRD Kabupaten Bone,
mubasir, justru dibantah oleh anggota DPRD Kabupaten Bone lainnya.

Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bone dari Fraksi Demokrat, Indra Jaya, mengatakan bahwa pernyataan Hj Suarni itu dianggapnya keliru.

Alasannya karena ia merasa terbantu dengan adanya surat kabar dan media online, sebab dari situlah katanya dirinya mendapatkan berita/informasi terkait perkembangan zaman di daerah sendiri atau di daerah lain.

"Keliru itu pernyataannya (Hj Suarni-red), justru saya merasa terbantukan dengan adanya surat kabar dan media online karena dari situlah saya mendapatkan berita berita dan informasi terkait perkembangan zaman di daerah kita atau di kabupaten lain," tegas Indra Jaya ke Rakyatsatu.com dan Radarsulsel.id, Jumat (13/09/2019).

Lain halnya pernyataan Legislator Provinsi Sulsel, Andi Irwandi. Ia memberikan perbandingan dengan mengatakan, kalau membeli sesuatu baru tidak dimanfaatkan tentulah mubasir, seperti beli motor atau barang lain tapi tidak pernah digunakan pasti mubasir.

Tapi persoalannya bukan karena langganan koran itu mubasir tapi pengelolaan dan distribusi sekwan yang tidak tersupport secara memadai sehingga fasilitas koran tidak bisa dimaksimalkan dengan baik oleh teman- teman anggota Legislatif.

"Koran itu adalah instrumen penting sebagi  media informasi yang sangat dibutuhkan oleh anggota DPRD dalam menjalankan fungsi dan tugasnya," tegas Andi Irwandi Natsir melalui pesan WhatsApp.

Lanjutnya, di era tekhnologi kedepan memang pelan tapi pasti posisi koran lambat laun akan tergantikan dengan smartphone tapi bukan berarti peran pers menjadi hilang justru lebih memudahkan akses informasinya. Langganan koran pun tetap bisa berjalan dengan berlangganan via online

"Jadi distribusinya yang bersoal bukan karena berlangganannya yang mubassir karena koran itu instrumen penting. Klo ada anggota DPRD malas baca koran, bisa dipastikan tidak up to date dengan issue dan perkembangan yang terjadi di masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, H Syaifullah Latif Manyala, anggota DPRD Kabupaten Bone yang memasuki periode ketiganya di Legislatif Kabupaten Bone mengatakan bahwa, kalau mau berbicara langganan koran itu mubasir jangan di luar forum.

"Kalau mau dikatakan Mubasir tidak pada tempatnya bicara di luar forum tapi mestinya dipembahasan anggaran dia protes. Namun menurut saya yang mubasir itu kalau tidak dibaca," ujar H Syaifullah yang juga Ketua PBB Kabupaten Bone, sambil tertawa. (Rasul)
Don't Miss

News Feed