• Copyright © RAKYATSATU
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Meski Belum Ditemukan, Pencarian Korban Kecelakaan Laut KMP Kota Muna Dihentikan di Hari Ketujuh

    24 Juli, 2019, Juli 24, 2019 WIB
    masukkan script iklan disini
    RAKYATSATU.COM, BONE - Memasuki hari ketujuh atau hari terakhir pencarian korban kecelakaan laut KMP Kota Muna di Teluk Bone akhirnya dihentikan walau korban belum ditemukan.

    Menurut Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nurichsan, yang memimpin Tim SAR Gabungan pencarian korban kecelakaan laut tersebut, bahwa walau korban belum ditemukan pencarian harus dihentikan karena sesuai SOP Pencarian.

    "Meski kita belum menemukan korban, pencarian harus dihentikan karena memang demikian SOP Pencarian bahwa batas pencarian hanya tujuh hari," ujar Kompol Nurichsan, Rabu (23/07/2019).

    Lanjutnya, meski katanya pencarian telah dihentikan namun Tim SAR Gabungan Standby di Posko SAR masing-masing dan apabila ada Laporan yang Pasti dari masyarakat ataupun nelayan Tim SAR Gabungan akan segera melakukam Evakuasi.

    "Jadi Tim SAR tetap stanby di posko SAR masing-masing sambil melakukan pemantauan dan selalu siap menerima laporan dan evakuasi apabila ada perkembangan atau laporan dari masyarakat," tegasnya.

    Pemberhentian pencarian korban kecelakaan laut KMP Kota Muna dihentikan pada pukul 17.00 Wita dengan ditandai Apel Penutupan Pencarian TIm SAR Gabungan yang dipimpin Kompol Nurichsan.

    Pada Apel Penutupan Pencarian tersebut yang dihadiri Koordinator Basarnas Kabupaten Bone Andi Sultan dan Koordinator Opp Pelabuhan Bajoe Sony Fadly serta Danki Yon I Iptu Safiruddin, Kompol Nurichsan mengatakan pencarian korban terpeleset dari KMP Kota Muna sudah dilaksanakan dengan Maksimal selama 7 hari dan sudah sesuai SOP Pencarian.

    Adapun titik pencarian yakni menyisir Pesisir Pantai hingga TKP jatuhnya Korban sejauh 5 (Lima) Mil Laut serta menyisir muara-muara yang ada di pesisir Teluk Bone.

    Sedangkan personil SAR yang terlibat pencarian yakni SAR Brimob Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, Basarnas Bone, SAR Polair Polres Bone, SAR Polsek Pelabuhan Bajoe, Perhubungan Bajoe, SAR Unhas dn SAR UNM.

    Sementara lerlengkapan yang di gunakan dalam pencaharian hari terakhir (hari ke 7) yaitu  1 Unit KM. Basarnas, 1 Unit KM. Polairud dan 2 Perahu Karet Basarnas.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa korban kecelakaan laut KMP Kota Muna, Rifka Hairun Nisa Takdir (23), alamat Jl. Pemuda lorong Iklim Kabupaten Kolaka  terjatuh di Teluk Bone saat KMP Kota Muna berlayar dari Pelabuhan Kolaka menuju pelabuhan Bajoe, pada hari Rabu 17 Juli 2019 sekira pukul 21.15 Wita dengan posisi lintang (04.25' 911' 5 • bujur 120' •51' •639'E). 

    Penumpang atas nama Rifka Hairun Nisa Takdir (korban) terjatuh ke laut yang diduga tengah berdiri kemudian terpeleset kebelakang hingga terjatuh kelaut.

    Pada saat itu perwira jaga mengambil tindakan stop mesin dengan cara menelpon ke kamar mesin pukul 21.20 Wita, kemudian mesin maju pelan dan dilakukan pencarian diposisi lintang bujur terpelesetnya korban. 

    Setelah dilakukan pencarian selama 90 menit tidak membuahkan hasil maka Nahkoda mengambil keputusan melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan Bajoe dikarenakan cuaca pada saat itu tidak mendukung. (Rasul)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini