Pasca Gempa dan Tsunami, Warga Palu Kekurangan Air Bersih

Pasca Gempa dan Tsunami, Warga Palu Kekurangan Air Bersih
RAKYATSATU.COM, BONE - Pasca gempa dan tsunami di Donggala - Palu, selain penerangan listrik PLN yang belum menyala spenuhnya, warga sangat susah mendapatkan air bersih.

"Kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Jangankan untuk air minum, untuk mandi pun sangat susah. Listrik juga belum menyala sepenuhnya," ungkap Busman (41), salah seorang warga Kelurahan Lolito Tasuburi, Kecamatan Banawa, Kota Palu, Senin (08/10).

Lanjutnya, selain kesulitan mendapatkan air bersih dan jaringan listrik PLN belum berfungsi dengan baik, cuaca di Kota Palu juga sangat panas.

"Di sini sangat cuaca panas, biar malam juga terasa panas walau ada hujan tetapi tetap terasa panas. Apalagi di siang hari, panasnya sangat menyengat," tambahnya.

Hal senada diungkapkan Geldy, Kasubag Dokumentasi dan Publikasi Humas Pemkab Bone. Bahkan menurutnya, barusan ia mendapatkan cuaca yang sangat panas.

"Barusan saya merasakan panas seperti ini, dibandingkan sewaktu berada di Donggala, di sini (Palu) sangat terasa panas padahal terkadang hujan. Biar malam juga tetap terasa panas," ujar Geldy.

Sekedar informasi, lokasi Posko Induk Bone Peduli Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Donggala - Palu, Sulawesi Tengah di Kota Palu, berada di lokasi sirkuit arena balap motor STQ Palu.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu