Bupati Bone : Apa yang Kami Lakukan di Sulteng, Jangan Pernah Dipolitisir, Ini Misi Murni Kemanusiaan

Bupati Bone : Apa yang Kami Lakukan di Sulteng, Jangan Pernah Dipolitisir, Ini Misi Murni Kemanusiaan
RAKYATSATU.COM, PALU - Bupati Bone, DR H Andi Fahsar M Padjalangi yang didampingi Ketua DPRD Bone Andi Akbar Yahya, Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, Dandim 1407 Bone Letkol Inf Mustamin dan sejumlah Kepala OPD Pemkab Bone, Tim Medis dan para relawan yang tergabung dalam Tim Bone Peduli, menegaskan agar apa yang dilakukannya di daerah bencana Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), tidak pernah dipolitisir.

"Semoga apa yang kita berikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita korban bencana alam. Saya berharap, agar apa yang saya lakukan bersama teman-teman kiranya tidak pernah dipolitisir atau dibawa ke rana politik. Ini murni misi kemanusiaan," tegas H Andi Fahsar.

Lanjutnya lagi, keberangkatannya ke Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, bersama Ketua DPRD Bone bersama unsur Forkopimda Bone dan sejumlah Kepala OPD Pemkab Bone, semata-mata karena panggilan nurani untuk meringankan beban korban bencana alam gempa dan tsunami.

"Saya sangat terharu dengan masyarakat saya di Bone, karena begitu kita mengeluarkan surat edaran, hanya dengan beberapa hari langsung menumpuk bantuan. Itulah salah satu sebab yang menyemangati saya bersama teman-teman di Forkopimda dan DPRD Bone untuk membawa dan menyerahkan langsung kepada korban," tuturnya.

Bupati Donggala, Kasma Lassa yang menemui H Andi Fahsar di lokasi pengungsian di halaman kantor DPRD Kabupaten Donggala, Minggu (07/10), merasa sangat bersyukur atas perhatian Pemkab Bone, Forkopimda Bone dan masyarakat Bone terhadap kepeduliannya pada korban gempa di Sulteng, khususnya di Kabupaten Donggala.

"Melalui Bupati Bone dan mewakili masyarakat Donggala, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas perhatiannya kepada kami yang ada di Donggala. Saya akui, bahwa saya tidak mampu membalas pertolongannya dan semoga Allah SWT membalasnya," ujarnya.

Hal senada diungkapkan salah seorang korban gempa dan tsunami, Busman (41), salah seorang warga Kelurahan Lolito Tasuburi, Kecamatan Banawa, Kota Palu. Ia juga sangat berterima kasih kepada Pemkab dan Forkopimda serta segenap masyarakat Bone atas bantuannya.

"Saya sangat terharu, karena barusan ada pemerintah yang menyerahkan bantuannya langsung ke kami tanpa harus menampungnya di posko bantuan, kalau ada pemerintah yang mau menyumbang, semoga sama seperti yang dilakukan Bupati Bone," ujarnya penuh keharuan 

Dalam rombongan Bone Peduli Bencana Alam Korban Gempa dan Tsunami Donggala, Sigi dan Palu Sulawesi Tengah, ikut pula Asisten I Andi Muh Yamin, Asisten II Andi Gunadil Ukra dan Asisten III Asriady Sulaeman serta Tim Dapur Umum.

Sehari sebelum meninggalkan Kota Palu, setelah menyerahkan langsung bantuan ke sejumlah posko/lokasi pengungsian, Bupati Bone, DR H Andi Fahsar M Padjalangi bersama rombongan Tim Bone Peduli, menyempatkan meninjau sejumlah lokasi gempa dan tsunami di Kota Palu.

Sejumlah tempat yang didatangi Bupati Bone bersama Ketua DPRD Bone Andi Akbar Yahya, Kapolres Bone AKBP Kadarislam Kasim, Dandim 1407 Bone Letkol Inf Mustamin dan sejumlah Kepala OPD Pemkab Bone serta para relawan dan Tim Medis yang tergabung dalam Tim Bone Peduli, diantaranya Petobo, jembatan kuning, mesjid terapung, lapangan/Valutemo Palu dan sejumlah lokasi yang sangat parah akibat gempa dan tsunami.

Namun, sebelum ke Kota Palu, dua hari sebelumnya, selama dua hari berada di Kabupaten Donggala, Bupati Bone bersama rombongan tidak lupa pula mengunjungi sejumlah tempat pengungsian dan menyerahkan langsung bantuan kepada korban gempa di Kabupaten Donggala.

Rombongan Tim Bone Peduli Bencana Alam Korban Gempa dan Tsunami Donggala, Sigi dan Palu Sulawesi Tengah, tinggalkan Bumi Arung Palakka, pada hari Jumat (05/10) dengan membawa barang bantuan sebanyak 170 truk dan tiba di Kabupaten Donggala pada hari Sabtu (06/10) dan mendirikan posko bencana selama dua hari di halaman kantor DPRD Kabupaten Donggala.

Setelah itu, pada hari Minggu sore (07/10) tiba di Kota Palu dan mendirikan posko bencana selama tiga hari, yakni Minggu hingga Selasa dan mendirikan posko bencana selama dua hari di STQ, Sirkuit balap motor Kota Palu.

Rombongan Bone Peduli Bencana Alam Korban Gempa dan Tsunami Donggala, Sigi dan Palu Sulawesi Tengah, meninggalkan Kota Palu pada Selasa pagi (09/10) dengan membawa pulang pengungsi korban gempa dan tsunami sekira 175 orang dan tiba kembali di Kabupaten Bone, Rabu (10/10).

Sebagai tambahan, sejak berada di Provinsi Sulteng, rombongan Tim Bone Peduli Bencana Alam Korban Gempa dan Tsunami Donggala, Sigi dan Palu, tim Bone Peduli tiap hari merasakan gempa dan terakhir Selasa pagi (09/10) sekira pukul 05.15 Wita, gempa magnitude melanda dengan 5,2 SR.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu