Amankan Unjuk Rasa, Kapolres Tana Toraja Dilempar oleh Massa di Depan PN Makale

Amankan Unjuk Rasa, Kapolres Tana Toraja Dilempar oleh Massa di Depan PN Makale
RAKYATSATU.COM, TANA TORAJA - Aksi unjuk rasa oleh ribuan massa di Pengadilan Negeri ( PN) Makale, dijaga ketat oleh personil Polres Tana Toraja dan anggota Kodim 1414 Tana Toraja, Senin (8/10).

Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto Sirait terlihat turun langsung mengamankan unjuk rasa tersebut.

Saat mendampingi Wakil Ketua PN Makale, Jahoras Siringoringo, dalam menjawab orasi dan tuntutan dari massa, Kapolres Julianto terlihat dilempar kemasan air gelas oleh massa.

Namun, seperti menduga akan lemparan tersebut, Kapolres Julianto sempat menghindari sehingga hanya terkena semburan air aqua, tepat di mukanya.

Mendapat perlakuan tak menyenangkan ini, Kapolres hanya membersihkan semburan air tersebut dengan tangannya tanpa reaksi apapun.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Julianto  mengatakan bahwa kejadian tersebut sudah biasa,

"Gak apa, sudah biasa itu. Yang penting saya bisa mengamankan kegiatan, dan aspirasi adek-adek dapat tersalurkan dengan baik," ungkap Kapolres Julianto.

Dari hasil pertemuan dengan pihak PN Makale, bahwa semua tuntutan dari massa tersebut telah diterima oleh Wakil Ketua PN Makale, Jahoras, bahwa semua yang disampaikan sebaiknya dituangkan secara tertulis, dan diajukan sebagai bukti dalam kasasi di Mahkamah Agung.

Kemudian, pihak tergugat sudah mengajukan kasasi pada 10 September 2018, dan saat ini menunggu memori kasasi, kemudian bisa mengajukan kontra kasasi oleh pihak terkait.

"Saya tidak bisa mengomentari atas sebuah keputusan karena itu melanggar asas hukum, dimana hakim dilarang mengomentari kasus yang masih berproses," ujar Jahoras.

Diketahui, ribuan massa yang terdiri siswa, masyarakat, anggota DPRD Toraja Utara, para Mahasiswa dan tokoh Adat Masyarakat, para Alumni tersebut, menuntut :

1.  Menolak keputusan tinggi Makassar yang memenangkan atas lahan disekitaran lapangan Gembira dan mengembalikan peruntukannya sebagai pelayanan publik dan tempat menuntut ilmu.

2. Setelah SMA Negeri 2 Toraja Utara berdiri selama 27 tahun kenapa baru sekarang digugat dan menjadikan tanah sekolah itu menjadi tanah sengketa.

3. Sekolah merupakan tempat menuntut ilmu, ribuan anak-anak Toraja bergantung pada SMA Negeri 2 Toraja Utara. (Kris)

loading...
close
Rakyatsatu