Warning Bagi Caleg dan Anggota DPR RI Dapil 2 Sulsel, AYP Bakal Tanggalkan PNS dan Jabatannya Demi Senayan

Warning Bagi Caleg dan Anggota DPR RI Dapil 2 Sulsel, AYP Bakal Tanggalkan PNS dan Jabatannya Demi Senayan

RAKYATSATU.COM, BONE - Persaingan memperebutkan Kursi Senayan atau Gedung Nusantara IV alias DPR RI tahun 2019 bakal berlangsung seru dan sengit, khususnya di Dapil 2 Sulsel.



Pasalnya, selain para pemilik kursi saat ini (anggota DPR RI 2014-2019) mati-matian mempertahankan kursinya kembali, sejumlah pendatang baru, sewaktu-waktu dapat merebutnya.



Salah seorang pendatang baru yang sudah menyatakan siap bertarung di DPR RI periode 2019-2024, di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Sulsel yakni, mantan Ketua DPP KNPI, Andi Yuslim Patawari (AYP) .



Keinginan dan hasrat AYP untuk bertarung di Dapil 2 Sulsel menuju Senayan, bukan tanpa alasan. Dengan berbekal pengalaman organisasi dan politik, AYP sudah menyatakan sikap untuk bertarung bahkan ia rela meninggalkan PNS dan jabatan sebagai ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Pusat demi mewujudkan harapan dan keinginannya menuju Senayan.



"Saya harus berani mengambil keputusan dan resiko yang besar untuk terjun ke dunia politik sebagai kontribusi untuk berperan aktif dalam kebijakan pemerintah yang tentunya untuk kepentingan masyarakat. Saya sudah komunikasi ke DPP kelihatannya wellcome, minggu depan akan saya putuskan ke partai mana saya bergabung," tegas AYP, Sabtu (07/07) pada Rakyatsatu.com.



Hitungannya harus tepat karena tentunya akan menjadi konsekwensi meninggalkan PNS dan jabatan sebagai ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Pusat. Lembaga yang mengeluarkan sertifikasi profesi pengakuan kompetensi kepada mahasiswa dan masyarakat di sektor Pertanian.



Mantan ketua DPP KNPI tersebut berencana ikut bertarung di Dapil 2 SulSel menuju senayan. Tentang partai tempatnya berlabuh masih di rahasiakan dan masih melakukan komunikasi dengan petinggi partai di level DPP. 



Ketika ditanya terkait partai yang akan menjadi kendaraannya. Ia hanya menjawab bahwa saat ini ada dua partai yang Platform Nasionalis dan Partai Islam. 



"Kita tunggu saja dimana nama saya masuk di Daftar Caleg Sementara (DCS) maka disitu saya bergabung. Kalau mau dapat mutiara maka harus berani menyelam di laut dalam dan siap menghadapi resiko. Dengan pengalaman organisasi in Sha Allah saya yakin bisa bersaing dengan senior-senior," tuturnya.  (Rasul)



loading...
close
Rakyatsatu