Pj Bupati Bone Apresiasi dan Ajak Masyarakat Belajar dan Mencontoh Jepang di Piala Dunia, Ini Alasannya

Pj Bupati Bone Apresiasi dan Ajak Masyarakat Belajar dan Mencontoh Jepang di Piala Dunia, Ini Alasannya
RAKYATSATU.COM, BONE - Meski Jepang harus pulang dan kalah dalam pertandingan sepak bola dengan Belgia di Piala Dunia 2018 Rusia, tapi Jepang malah mendapat apresisasi dunia dan khususnya dari Penjabat (Pj) Bupati Bone, Ir H Andi Bakti Haruni, C.E.S.

Apresiasi Pj Bupati Bone tersebut tentu disertai dengan alasan yang sangat mendasar, diantaranya:
1. Locker pemain Jepang adalah yang paling bersih dan rapih. Di tengah permainan yang melelahkan dan tekanan untuk bermain yang terbaik untuk negara mereka, pemainnya semua dengan kesadaran sendiri membersihkan locker mereka sendiri.
2. Tidak ada pemain yang bertengkar di lapangan dan mengkomplain keputusan wasit.

3. Di saat Jepang kalah, supporternya tidak ada yang marah-marah maupun merusak fasilitas lapangan yang ada, para supporter malah bergotong royong membersihkan dan memungut sampah yang ada di lapangan sebelum mereka pulang.
4. Di saat pemain jepang kalah, mereka dengan sportif memuji lawan dan mengakui kekalahan mereka serta meminta maaf kepada publik dan berjanji akan berusaha lebih baik lagi kedepannya. Dan mereka benar-benar berusaha bukan sekedar omong doang.

"Apa yang bisa kita pelajari dari etika sikap mereka?. Tentu ada beberapa hal yang membuat saya mengapreasiasi dan mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari sikap pemain Jepang dan suporternya di Piala Dunia," tuturnya.

Ada beberapa hal yang patut diambil hikmahnya dari sikap pemain dan suporter Jepang di Piala Dunia 2018, yakni :
1. Kerendahan hati
2.. Kesadaran diri yang tinggi
3. Menghargai orang lain
4. Disiplin
5. Tanggung jawab
6. Tidak berbuat curang.
7. Peduli kepada lingkungan.
8. Berani dan jujur mengakui kekalahan mereka dengan jiwa besar
9. Mau Belajar dari kekalahan mereka dan berjuang untuk lebih baik lagi.
10. Gigih berusaha, ulet dan pantang menyerah.

11. Sportif mengakui keberhasilan lawan.
12. Masyarakat jepang memberikan dukungan dan kepercayaan penuh bahwa pemain mereka sudah melakukan yang terbaik.
13. Pemain jg benar- benar berusaha keras berlatih dan menjaga kepercayaan yang di berikan masyarakat. Mereka akan sangat malu jika berbuat curang dan merusak kepercayaan yang di berikan.

14. Supporter dan pemain jepang itu berpikir sehat dan sadar kalo kekalahan permainan tidak ada hubungan dengan merusak fasilitas umum, beda dengan indonesia. Kalau sudah kalah ga nrimo, jangan harap supporter mungut sampah,  supporternya ga marah-marah dan ga berantem melulu aja uda syukur, fasilitas umum yg tidak bersalah dan ga bergerakpun siap-siap jadi sasaran amukan emosi supporter indonesia

"Bravo Japan, Negara kalian memang kalah di pertandingan bola dunia, tapi sikap pemain dan supporter kalian telah mengharumkan nama negara “Japan“ dan memenangkan hati semua orang di dunia atas etika sikap kalian yang terpuji," ujarnya.

"Saya mengapresiasi Jepang di Piala Dunia 2018 Rusia dan semoga kita semua bisa belajar dari etika sikap/attitude baik orang jepang untuk perubahan diri kita dan generasi masa depan kita yang lebih baik," pungkasnya.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu