Jelang Asean Games, Polres Bone Galakkan KKYD Kejahatan Jalanan. Ini Kasus yang Berhasil Diungkap

Jelang Asean Games, Polres Bone Galakkan KKYD Kejahatan Jalanan. Ini Kasus yang Berhasil Diungkap
RAKYATSATU.COM, BONE - Menjelang dan menghadapi pelaksanaan Asian Games di Indonesia 2018, jajaran kepolisian menggalakkan Operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) dengan sasaran Kejahatan Jalanan.

Berkat operasi tersebut, Sat Reskrim Polres Bone berhasil mengungkap sejumlah kasus dan mengamankan pelaku hanya dalam waktu beberapa puluh harip, mulai tanggal 6 sampai 23 Juli 2018.

Sebagaimana yang diungkapkan Kabag Ops, Kompol M Asrofi dan Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Dharma P Negara saat melakukan Press Release di Mapolres Bone, Senin (23/07).

Kabag Ops Polres Bone, Kompol M Asrofi mengatakan, sejak tanggal 6 hingga 23 Juli ada 13 kasus dengan 14 orang tersangka yang berhasil terungkap melalui KYYD Kejahatan Jalanan.

"Dalam kurun waktu tersebut, ada 13 kasus dan 14 orang tersangka dengan tindak kejahatan pembobolan rumah 5 orang, jambret 1 orang, pencurian ternak 2 orang dan adapun residibis 3 orang," ujarnya.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan, diantaranya 15 unit sepeda motor, m3sin, handphone, televisi, senjata tajam dan beberapa barang bukti lainnya.

"Dari sekian banyak tersangka yang diamankan tersebut, kebanyakan orang Bone. Selain itu, ada juga dari Borong Raya Makassar dan ada pula dari Kendari," tambah Kompol M Asrofi.

Hal senada diugkapkan Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Dharma P Negara. Bahkan menurutnya, dari 14 orang tersangka tersebut, sebagian sudah di lapas dan masih ada sebagian di Polsek.

"Ini demi pengamanan dan keamanan pelaksanaan Asian Games agar dapat berjalan sukses dan lancar serta peserta dapat merasa nyaman, khususnya masyarakat," jelas AKP Dharma.

Ia juga beterima kasih kepada masyarakat atas bantuannya dalam memberi informasi baik lewat pribadi maupun lewat medsos. Demikian pula kepada jurnalis yang telah memberitakan karena terkadang masyarakat segan melapor.

"Kami akan tetap melakukan pengembangan dan penyelidikan dan akan melaksanakan launching terkait penanganan perkara di awal Agustus," pungkasnya.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu