AYP Nilai Perseteruan di DPRD Bone, Kemungkinan Disebabkan Komunikasi Politik Tidak Berjalan

AYP Nilai Perseteruan di DPRD Bone, Kemungkinan Disebabkan Komunikasi Politik Tidak Berjalan
RAKYATSATU.COM, BONE - Perseteruan hebat sejumlah anggota DPRD Bone pada saat Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bone tahun 2017, di ruang Rapat Paripurna DPRD Bone, Rabu (30/05) kemarin, membuat Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Andi Yuslim Patawari (AYP) angkat bicara.

Melalui pesan WA ke Rakyatsatu.com, AYP beranggapan bahwa kejadian tersebut tidak menjadikan harmonisasi di DPRD Bone terganggu. Bahkan ia mengakui kalau H Syaifullah dan Andi Atoro sudah lama saling mengenal.

“Setau saya Andi Atoro dan H Syaifullah itu seperti saudara dan sudah kenal lama,” ujar AYP, Kamis (31/05).

Lanjutnya lagi, dinamika forum apalagi di DPRD, merupakan hal yang biasa, begitu juga dengan perbedaan pendapat. “Makanya dalam sidang apapun itu ada tatibnya menyampikan pendapat,” ujarnya

Lebih jauh Yuslim mengatakan, dua anggota dewan yang hampir terlibat adu jotos itu, juga sudah ia kenal sejak lama. AYP yakin, kejadian itu bukan persoalan pribadi. Kemungkinan komunikasi politik tidak berjalan sehingga bisa terjadi hal tersebut. 

"Biasanya ada forum loby sebelum memulai paripurna, ini saya pikir sulit menilai siapa yang salah dan benar dalam hal ini. Kalau H Syaifullah melakukan hal tersebut berarti ada sesuatu hal yang dikritisi dan tidak di terima baik. Memang dalam hal etika itu tidak lazim tapi juga harus diliat situasinya. Saya kenal baik mereka berdua sebagai tokoh, panutan di dapilnya. Kalaupun ada perseturuan di sidang paripurna yang terhormat tersebut, mungkin ada hal yang bertentangan dengan aturan yang di kritisi H Syaifullah sehingga harus melakukan protes. Saya berharap mereka berdua kembali harmonis karena setau saya mereka seperti saudara," pungkas AYP.

Sebagamana diketahui, perseteruan antara sejumlah anggota DPRD Bone pada saat Rapat Paripurna tersebut diduga berawal dari teriakan Andi Atoro yang diduga menyinggung anggota fraksi yang menolak bertanda tangan dalam rapat sebagai syarat korum dalam pelaksanaan Paripurna.

“Kenapa datang kalau tidak mau bertanda tangan,” seperti begitu teriakan Andi Atoro yang diduga membuat H Syaifullah tersinggung. H Syaifullah pun mengamuk, bahkan menaiki meja dan membanting pula kursi.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu