Ditodi', Menjadi Lambang Perayaan Rabu Abu di Toraja

Ditodi', Menjadi Lambang Perayaan Rabu Abu di Toraja
RAKYATSATU.COM, TANA TORAJA - Perayaan Rabu Abu menjadi bagian perayaan bagi umat Kristiani dan Katolik, sebagai gambaran memasuki pra Paskah, Rabu (14/02). 

Gambaran rasa tobat dan penyesalan ini juga menggambarkan kepedihan hati dan duka yang dalam atas dosa yang akan ditanggung oleh Yesus Kristus. 

Di Gereja Toraja Jemaat Buntu Masakke, Sangala, perayaan Rabu Abu direncanakan akan diperingati dengan simbol Ditodi', yang berarti diberikan tanda warna abu- abu di dahi, dengan perkataan "Engkau adalah abu dan akan kembali ke abu".

"Perayaan Rabu abu di Toraja kita akan peringati dengan simbol Ditodi'," kata Pastor Pararak.

Di zaman perjanjian baru, warna abu ini diambil dari pembakaran daun- daun Palem. Namun, karena jarangnya pohon Palem di Toraja maka di Gereja Toraja akan menggunakan warna abu dari debu tanah.

Dalam perayaan ini juga akan dirayakan dengan menggunakan busana berwarna abu- abu atau hitam sebagai lambang penyerahan diri memasuki masa penderitaan Yesus. 

Misa di Gereja Katolik Sangalla yang berlangsung pada pukul 17.00 pun, berjalan hikmat. Pastor Pararak yang memimpin misa ini mengatakan perayaan Rabu Abu sebagai ambang memasuki Pra Paskah ini juga penyerahan diri secara utuh kepada Yesus Kristus, yang juga dirangkaikan dengan Komuni (Perjamuan Kudus).

"perayaan ini merupakan peneyrahan diri kepada Yesus Kristus," tambahnya.

Selain itu, Perayaan Rabu Abu ini juga sebagai lambang dari masa 40 hari, yang menandakan kelemahan pada diri pribadi. Dalam tradisi suku Toraja, perayaan ini dijadikan sebagai waktu untuk Ma'suru-suru (membersihkan diri). (San/ Kris)
loading...
close
Rakyatsatu