RAKYATSATU.COM, JAWA TENGAH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas berhasrat menggenjot kunjungan wisata tahun 2017. Oleh karena itu, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, menyiapkan tiga strategi untuk menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Sekretaris Dinporabudpar Banyumas, Suwondo Geni mengemukakan, langkah pertama yang dilakukan adalah menggenjot promosi wisata di luar daerah secara door to door. Targetnya yaitu sekolah dan instansi pendidikan.
"Sebagian besar pengunjung Banyumas masih didominasi pelajar sekolah yang melakukan studi tour, lainnya rombongan keluarga, kalangan profesional dan pehobi traveling," kata dia, Sabtu (7/1).
Suwondo mengatakan, penyumbang Pendapatan Asli Daerah tahun 2016 terbesar berasal dari Lokawisata Baturraden. Tahun ini, objek wisata andalan Banyumas itu memperolah lebih dari 500.000 orang pengunjung dengan jumlah pendapatan mencapai Rp 7,3 milyar.
"Tinggal digenjot potensi yang lainnya,” ujarnya.
Langkah ke dua, kata Suwondo melakukan promosi darat dengan memasang baliho di luar kota serta ekspose wisata di kabupaten lain. Sedangkan untuk langkah ketiga, pihaknya akan menggandeng pelaku wisata seperti biro perjalanan wisata, pemilik hotel, restoran serta kalangan jurnalis untuk memaksimalkan promosi.
Menurut dia, setelah promosi beres, target selanjutnya adalah pemaksimalan objek wisata yang dikelola Pemkab. Masih ada potensi wisata seperti Taman Rekreasi Andhang Pangrenan, Balai Kemambang, Obyek wisata Husada Kalibacin dan Museum Pangsar Soedirman.
"Pengunjung Museum Pangsar Soedirman bisa dimaksimalkan dengan menambah fasilitas untuk permainan anak, replika dan patung serta sarana multimedia lainnya. Selain itu, juga bisa digelar even-even edukatif yang memancing minat anak-anak untuk berkunjung.
Suwondo berujar, akhir tahun 2016 lalu Pemkab Banyumas telah merilis kalender yang berisi agenda wisata budaya sepanjang tahun 2017. Kegiatan yang disusun harus segera disosialisasikan kepada stakeholder wisata.
Sementara itu, Koordinator Asosiasi Penelusur Ngarai Indonesia (APNI), Wiwit Yuni mengemukakan, telusur ngarai atau canyoning merupakan salah satu potensi wisata minat khusus yang belum dipromosikan dengan maksimal oleh Pemkab Banyumas. Kekayaan alam di Banyumas semestinya bisa dimaksimalkan untuk aktivitas hiburan dan olahraga ini.
“Bulan Mei tahun 2016 lalu APNI dibentuk dan Banyumas diputuskan sebagai pusat aktivitas canyoning. Potensi ini seharusnya bisa menjadi andalan untuk menarik wisatawan asing seperti canyoning di Bali, Malang, Kebumen, Purbalingga, Tegal dan beberapa daerah di Pulau Sumatera," ungkapnya. (I/ Merdeka.com)
Sekretaris Dinporabudpar Banyumas, Suwondo Geni mengemukakan, langkah pertama yang dilakukan adalah menggenjot promosi wisata di luar daerah secara door to door. Targetnya yaitu sekolah dan instansi pendidikan.
"Sebagian besar pengunjung Banyumas masih didominasi pelajar sekolah yang melakukan studi tour, lainnya rombongan keluarga, kalangan profesional dan pehobi traveling," kata dia, Sabtu (7/1).
Suwondo mengatakan, penyumbang Pendapatan Asli Daerah tahun 2016 terbesar berasal dari Lokawisata Baturraden. Tahun ini, objek wisata andalan Banyumas itu memperolah lebih dari 500.000 orang pengunjung dengan jumlah pendapatan mencapai Rp 7,3 milyar.
"Tinggal digenjot potensi yang lainnya,” ujarnya.
Langkah ke dua, kata Suwondo melakukan promosi darat dengan memasang baliho di luar kota serta ekspose wisata di kabupaten lain. Sedangkan untuk langkah ketiga, pihaknya akan menggandeng pelaku wisata seperti biro perjalanan wisata, pemilik hotel, restoran serta kalangan jurnalis untuk memaksimalkan promosi.
Menurut dia, setelah promosi beres, target selanjutnya adalah pemaksimalan objek wisata yang dikelola Pemkab. Masih ada potensi wisata seperti Taman Rekreasi Andhang Pangrenan, Balai Kemambang, Obyek wisata Husada Kalibacin dan Museum Pangsar Soedirman.
"Pengunjung Museum Pangsar Soedirman bisa dimaksimalkan dengan menambah fasilitas untuk permainan anak, replika dan patung serta sarana multimedia lainnya. Selain itu, juga bisa digelar even-even edukatif yang memancing minat anak-anak untuk berkunjung.
Suwondo berujar, akhir tahun 2016 lalu Pemkab Banyumas telah merilis kalender yang berisi agenda wisata budaya sepanjang tahun 2017. Kegiatan yang disusun harus segera disosialisasikan kepada stakeholder wisata.
Sementara itu, Koordinator Asosiasi Penelusur Ngarai Indonesia (APNI), Wiwit Yuni mengemukakan, telusur ngarai atau canyoning merupakan salah satu potensi wisata minat khusus yang belum dipromosikan dengan maksimal oleh Pemkab Banyumas. Kekayaan alam di Banyumas semestinya bisa dimaksimalkan untuk aktivitas hiburan dan olahraga ini.
“Bulan Mei tahun 2016 lalu APNI dibentuk dan Banyumas diputuskan sebagai pusat aktivitas canyoning. Potensi ini seharusnya bisa menjadi andalan untuk menarik wisatawan asing seperti canyoning di Bali, Malang, Kebumen, Purbalingga, Tegal dan beberapa daerah di Pulau Sumatera," ungkapnya. (I/ Merdeka.com)