RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Senteral Soppeng, mengeluhkan kinerja Dinas Kebersihan. Pasalnya, tumpukan sampah sering tidak dibersihkan di dalam pasar.
Sampah tersebut dikeluhkan lantaran sering menumpuk sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat mempengaruhi pendapatan para pedagang.
"Kita kan bayar baik itu sewa tempat dan kebersihan, tapi petugas kebersihan
kadang acuh tidak acuh sama kami," kata seorang pedagang buah yang enggan disebut namanya, Kamis (8/12).
Bahkan kata dia, dirinya serta pedangang disekitarnya sering mendapatkan perkataan yang tidak senonoh oleh petugas kebersihan jika meminta sampah disekitar untuk diangkut.
"Kadang dia bilang, jangan bawa sampah kepasar atau bawa sampahnya pulang, jangan ditaruh di sini, padahal kami bayar, mana mungkin kami mau membawa sampah ke pasar jika kami tahu buah kami tidak akan laku," kata pedagang pada rakyatsatu.com
Dia berharap, dinas terkait dapat menyelesaikan keluhan para pedangan sehingga warga dan pedagang bisa beraktivitas dengan nyaman.
Kepala Dinas kebersihan dan pertamana, A. Darmi saat dihubungi mengatakan, dinas kebersihan setiap hari pasar melakukan pembersihan,
" Setiap hari pasar kita selalu bersihkan dan selalu mengangkut sampah di Pasar Soppeng," cetusnya
Dirinya menjelaskan, dirinya juga sering meminta kepada pedagang buah dan sayuran agar sampah nya dibuang dikontener untuk mempermudah saat disapu, karena retribusi kebersihan hanya Rp 2000 rupiah/bulan.
"Kita sudah sering himbau kepada pedagang untuk membuang sampah nya ke kontainer sampah, selain itu dirinya juga akan konsultasikan ke bagian hukum untuk menaikkan retribusi sampah kepada pedagang pasar," ujarnya
Sampah tersebut dikeluhkan lantaran sering menumpuk sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat mempengaruhi pendapatan para pedagang.
"Kita kan bayar baik itu sewa tempat dan kebersihan, tapi petugas kebersihan
kadang acuh tidak acuh sama kami," kata seorang pedagang buah yang enggan disebut namanya, Kamis (8/12).
Bahkan kata dia, dirinya serta pedangang disekitarnya sering mendapatkan perkataan yang tidak senonoh oleh petugas kebersihan jika meminta sampah disekitar untuk diangkut.
"Kadang dia bilang, jangan bawa sampah kepasar atau bawa sampahnya pulang, jangan ditaruh di sini, padahal kami bayar, mana mungkin kami mau membawa sampah ke pasar jika kami tahu buah kami tidak akan laku," kata pedagang pada rakyatsatu.com
Dia berharap, dinas terkait dapat menyelesaikan keluhan para pedangan sehingga warga dan pedagang bisa beraktivitas dengan nyaman.
Kepala Dinas kebersihan dan pertamana, A. Darmi saat dihubungi mengatakan, dinas kebersihan setiap hari pasar melakukan pembersihan,
" Setiap hari pasar kita selalu bersihkan dan selalu mengangkut sampah di Pasar Soppeng," cetusnya
Dirinya menjelaskan, dirinya juga sering meminta kepada pedagang buah dan sayuran agar sampah nya dibuang dikontener untuk mempermudah saat disapu, karena retribusi kebersihan hanya Rp 2000 rupiah/bulan.
"Kita sudah sering himbau kepada pedagang untuk membuang sampah nya ke kontainer sampah, selain itu dirinya juga akan konsultasikan ke bagian hukum untuk menaikkan retribusi sampah kepada pedagang pasar," ujarnya