RAKYATSATU.COM, BULUKUMBA - Sijago merah kembali mengamuk di Dusun Pannalolo desa Bonto Baji Kajang, Jumat (9/12) sekitar pukul 22.15 wita, selain menghanguskan tiga buah rumah, juga menewaskan tiga korban jiwa.
Ketiga rumah yang menjadi korban amuk si jago merah masing masing milik Arman, Udin dan Sangka.
Kapolsek Kajang AKP Syamsul Bahri yang dihubungi via selularnya, Sabtu dinihari (10/12) menuturkan, saat kejadian seluruh pemilik rumah yang dilalap api sudah tertidur, sehingga mereka sulit menyelamatkan diri.
Dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran karena arus pendek listrik dan api diduga berawal dari rumah Arman, kemudian menyambar rumah tetangganya masing masing milik Udin dan Sangka.
" Untungnya armada pemadam kebakaran cepat tiba di TPK, sehingga api tidak melebar hingga ke rumah warga lainnya, itupun rumah milik Arman rata dengan tanah," jelas Kapolsek.
Dijelaskan, melihat kondisi rumah Arman sudah rata dengan tanah, dia bersama warga lainnya berusaha mencari pemilik rumah, karena yang berhasil menyelamatkan diri dari amuk api, hanya Arman, sementara isterinya tidak ditemukan.
" Setelah api bisa dikuasai petugas pemadam kebakaran, kami bersama warga mencari keluarga Arman dan sekitar pukul 23.15 Wita, kami menemukan dua korban yang sudah tidak bisa dikenali dan diduga Naha ( 60) bersama satu orang anaknya yang masih sekolah di salah satu SD," jelas Kapolsek.
Beberapa menit kemudian, anggota polisi dibantu warga kembali menemukan jasad yang diduga anak dari Udin, dan hingga berita ini dibuat, sudah tiga orang korban jiwa yang hangus terbakar berhasil ditemukan.
" Ketiga Korban yang ditemukan tewas masing masing Anra, umur 6 tahun, FAIS umur 5 tahun, dan ibu NAHA umur 60 tahun," jelas AKP Syamsul Bahri
" Ada tiga unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan untuk memadamkan kobaran api, sehingga tidak menjalar ke rumah lainnya,"tambahnya
Menyinggung soal kerugian akibat kebakaran itu, Kapolsek AKP.Syamsul Bahri belum bisa menaksir berapa kerugian.
" kita belum tau berapa kerugian, saat ini, Kami masih bersama warga terus mencari korban lainnya," katanya sambil berharap sudah tidak ada lagi korban jiwa.(HSL)
Ketiga rumah yang menjadi korban amuk si jago merah masing masing milik Arman, Udin dan Sangka.
Kapolsek Kajang AKP Syamsul Bahri yang dihubungi via selularnya, Sabtu dinihari (10/12) menuturkan, saat kejadian seluruh pemilik rumah yang dilalap api sudah tertidur, sehingga mereka sulit menyelamatkan diri.
Dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran karena arus pendek listrik dan api diduga berawal dari rumah Arman, kemudian menyambar rumah tetangganya masing masing milik Udin dan Sangka.
" Untungnya armada pemadam kebakaran cepat tiba di TPK, sehingga api tidak melebar hingga ke rumah warga lainnya, itupun rumah milik Arman rata dengan tanah," jelas Kapolsek.
Dijelaskan, melihat kondisi rumah Arman sudah rata dengan tanah, dia bersama warga lainnya berusaha mencari pemilik rumah, karena yang berhasil menyelamatkan diri dari amuk api, hanya Arman, sementara isterinya tidak ditemukan.
" Setelah api bisa dikuasai petugas pemadam kebakaran, kami bersama warga mencari keluarga Arman dan sekitar pukul 23.15 Wita, kami menemukan dua korban yang sudah tidak bisa dikenali dan diduga Naha ( 60) bersama satu orang anaknya yang masih sekolah di salah satu SD," jelas Kapolsek.
Beberapa menit kemudian, anggota polisi dibantu warga kembali menemukan jasad yang diduga anak dari Udin, dan hingga berita ini dibuat, sudah tiga orang korban jiwa yang hangus terbakar berhasil ditemukan.
" Ketiga Korban yang ditemukan tewas masing masing Anra, umur 6 tahun, FAIS umur 5 tahun, dan ibu NAHA umur 60 tahun," jelas AKP Syamsul Bahri
" Ada tiga unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan untuk memadamkan kobaran api, sehingga tidak menjalar ke rumah lainnya,"tambahnya
Menyinggung soal kerugian akibat kebakaran itu, Kapolsek AKP.Syamsul Bahri belum bisa menaksir berapa kerugian.
" kita belum tau berapa kerugian, saat ini, Kami masih bersama warga terus mencari korban lainnya," katanya sambil berharap sudah tidak ada lagi korban jiwa.(HSL)