Bupati Minta Dilakukan Pengawasan Terhadap Olahan Hasil Pertanian
RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Kabupaten Soppeng yang dikenal dengan potensi pertanian mampu dibuktikan dengan kelebihan pangan yang mengalami surplus.
Hal itu terungkap saat pemerintah daerah Kabupaten Soppeng, menggelar rapat koordinasi dewan ketahanan pangan, di Kantor Gabungan Dinas, Kabupate Soppeng, Selasa (22/11).
Kepala BP3KP Soppeng, Ir H Suriyadi mejelaskan, pada tahun 2015 utamanya pangan pokok seperti beras, Soppeng masih tersedia sebanyak 123.800,70 ton, sedangkan kebutuhan komsumsi masyarakat sebesar 25.830,08 ton, sehingga beras di Kabupaten Soppeng masih surplus sebesar 97.970,62 ton
Sementara, hasil pertanian lainnya seperti Jagung tersedia sebanyak 41.127 ton dengan kebutuhan komsumsi 313,09 ton, surplus jagung sbesar 40.813,91 ton. Sedangkan, kedelai tersedia 4.947 ton, dengan kebutuhan komsumsi sebesar 627,23 ton sehingga surplus sebesar 4.274,77 ton.
Selain itu, komoditi lainnya seperti kacang tanah, kacang hijau, daging, telur dan gula merah juga mengalami surplus.
"Bahan pangan kita hingga sekarang ini surplus. Hasil yang ingin dicapai atau diharapkan dari rapat koordinasi dewan ketahanan pangan ini adalah dapat dirumuskan kebijakan program dan tanggung jawab masing instansi pemerintah," kata Suriyadi.
Sementara, Bupati Soppeng diwakili oleh Sekretaris Daerah, Sugirman Djaropi menyebutkan, meski persediaan pertanian mengalami suplus, namun perlu dilakukan pengawasan terhadap hasil pertanian yang sduah diolah dan dipasarkan masyarakat.
"Kita perlu melakukan pemantauan dan pengambilan sampel ditempat makan seperti dikantin dan warung karna masih banyak ditemukan makanan yang mengandung bahan pewarna dan bahan pengawet yang melebihi standar yang telah ditentukan," kata Sekda Soppeng yang juga selaku Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng .
Lanjut Sekda, pengawasan perlu dilakukan karena jika dikomsumsi secara berlebihan atau jangka panjang bisa mengakibatkan masyarakat yang mengkonsumsi berdampak negatif.
"Ini perlu pemantauan yang lebih karena jika dikomsumsi dalam jangka panjang maka dapat menyebkan kanker," tambahnya.
Sekedar informasi, dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota dewan ketahanan pangan 21 orang, Camat 8 orang, Koordinator BP3K kecamatan 8 orang, Ketua KTNA Soppeng 1 orang, ketua KTNA Kecamatan 8 orang, petugas POPT 8 orang, distributor pupuk/pengecer 8 orang, Kepala bidang dan kepala seksi BP3KP 9 orang. (*)