RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Seorang tenaga pendidik SMK 2 Makassar, Dasrul (52) menjadi korban penganiayaan orang tua siswa, Rabu (10/8).
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka sobek pada hidung dan pelipis korban.
Dari informasi yang dikumpulkan, orang tua siswa, Ahmad emosi lantaran tidak terima anaknya Muhammad Ali Syahdan dipukul oleh guru karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).
Dari pengakuan korban, dia menegur Ali karena tidak mengerjakan PR. Tidak terima teguran itu, Ali langsung menendang pintu dan melontarkan kata kotor kepada gurunya.
"Saya berikan pelajaran supaya tidak mengulagi perbuatannya," kata Dasrul.
Masih tidak terima sikap dari gurunya, akhirnya dia malaporkan guru ke orang tuanya.
Sementara itu, Kapolsek Tamalate, Kompol Azis Yunus mengatakan, pihaknya sudah menahan pelaku. Dan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan.(*)
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka sobek pada hidung dan pelipis korban.
Dari informasi yang dikumpulkan, orang tua siswa, Ahmad emosi lantaran tidak terima anaknya Muhammad Ali Syahdan dipukul oleh guru karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).
Dari pengakuan korban, dia menegur Ali karena tidak mengerjakan PR. Tidak terima teguran itu, Ali langsung menendang pintu dan melontarkan kata kotor kepada gurunya.
"Saya berikan pelajaran supaya tidak mengulagi perbuatannya," kata Dasrul.
Masih tidak terima sikap dari gurunya, akhirnya dia malaporkan guru ke orang tuanya.
Sementara itu, Kapolsek Tamalate, Kompol Azis Yunus mengatakan, pihaknya sudah menahan pelaku. Dan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan.(*)