RAKYATSATU.COM, PINRANG - Sebagai upaya dalam menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten Pinrangmelalui Desa Padaelo, Kecamatan Mattiro Bulu, menggelar pelatihan perbengkelan kepada anak putus sekolah, Senin (1/8).
Kepala Desa Padaelo, A Muh Natsir, melalui Kasi Pemerintahan Syarifuddin mengatakan, pelatihan yang dilakukan pihaknya adalah bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru.Sehingga mengurangi angka pengangguran di Pinrang."Peserta pelatihan berasal dari warga pemuda yang ada di Desa Padaelo," kata Syarifuddin kepada Rakyatsatu.com.
Dia menjelaskan, dalam kegiatan pelatihan ini, pemuda akan melakukan pelatihan hingga 15 hari dan dianggarkan melalui Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2016."Untuk memanfaatkan ADD dan berdampak langsung kepada pembangunan Desa, maka kegiatan ini kami gelar. Hal ini juga merupakan usulan langsung masyarakat kepada kami," jelasnya.
Salah satu instruktur, Aswar Aris mengatakan, materi yang diberikan kepada peserta pelatihan yakni tekhnik dasar kendaraan roda dua konvensional dan injection.
"Kita sengaja memberikan dasar ini, agar peserta lebih cepat memahami. Kami utamakan praktek langusng dengan pembagian 80% praktek dan 20% teori," ucapnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Zainuddin mengaku senang dengan adanya pelatihan tersebut. Pasalnya, bisa berdampak baik kepada para pemuda yang tidak memiliki pekerjaan."Dulu saya tidak tahu cara membuka mesin motor setelah saya ikut pelatihan ini akhirnya jadi bisa,"katanya.
"Semoga pelatihan seperti selalu ada, sehingga bisa membukapeluangkerja," harapnya. (Gun)
Kepala Desa Padaelo, A Muh Natsir, melalui Kasi Pemerintahan Syarifuddin mengatakan, pelatihan yang dilakukan pihaknya adalah bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru.Sehingga mengurangi angka pengangguran di Pinrang."Peserta pelatihan berasal dari warga pemuda yang ada di Desa Padaelo," kata Syarifuddin kepada Rakyatsatu.com.
Dia menjelaskan, dalam kegiatan pelatihan ini, pemuda akan melakukan pelatihan hingga 15 hari dan dianggarkan melalui Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2016."Untuk memanfaatkan ADD dan berdampak langsung kepada pembangunan Desa, maka kegiatan ini kami gelar. Hal ini juga merupakan usulan langsung masyarakat kepada kami," jelasnya.
Salah satu instruktur, Aswar Aris mengatakan, materi yang diberikan kepada peserta pelatihan yakni tekhnik dasar kendaraan roda dua konvensional dan injection.
"Kita sengaja memberikan dasar ini, agar peserta lebih cepat memahami. Kami utamakan praktek langusng dengan pembagian 80% praktek dan 20% teori," ucapnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Zainuddin mengaku senang dengan adanya pelatihan tersebut. Pasalnya, bisa berdampak baik kepada para pemuda yang tidak memiliki pekerjaan."Dulu saya tidak tahu cara membuka mesin motor setelah saya ikut pelatihan ini akhirnya jadi bisa,"katanya.
"Semoga pelatihan seperti selalu ada, sehingga bisa membukapeluangkerja," harapnya. (Gun)