RAKYATASATU.COM, PAREPARE - Dua warga asal Parepare yakni Mabrur Dahri (27) dan Abdul Rahim Sumasse (62) masih belum terbebaskan dari sandera kelompok radikal Abdu Sayyaf. Terlebih kondisi sekarang, kedua warga Parepare tersebut dalam keadaan sakit.
Mengetahui kondisi itu, Wakil Walikota Parepare, Achmad Faisal Andi Sapada, mendesak Pemerintah Pusat agar lebih serius dalam penanganan kedua warga asal Parepare itu. Mengingat, jangka penyaderaan sudah sebulan.
Menurutnya, Pemerintah Pusat harus mengambil langkah yang tepat dan cepat, sehingga tidak ada sandera terluka ataupun sampai meninggal di tangan para kelompok teroris itu.
"Tentu ini kabar yang tidak nyaman, kami selaku pemerintah Daerh meminta supaya ada penangan cepat," kata Faisal, Sabtu (30/7).
Meski demikian, dia berharap baik warganya maupun warga dari daerah lain, bisa bertahan menunggu pertolongan dari pemerintah pusat. Sehingga, keluarga para korban sandera bisa kembali bersama dengan korban.
"Kami dari Pemerintah Daerah tetap memberikan dukungan moril kepada keluarga korban," tambahnya. (Kalma)
Mengetahui kondisi itu, Wakil Walikota Parepare, Achmad Faisal Andi Sapada, mendesak Pemerintah Pusat agar lebih serius dalam penanganan kedua warga asal Parepare itu. Mengingat, jangka penyaderaan sudah sebulan.
Menurutnya, Pemerintah Pusat harus mengambil langkah yang tepat dan cepat, sehingga tidak ada sandera terluka ataupun sampai meninggal di tangan para kelompok teroris itu.
"Tentu ini kabar yang tidak nyaman, kami selaku pemerintah Daerh meminta supaya ada penangan cepat," kata Faisal, Sabtu (30/7).
Meski demikian, dia berharap baik warganya maupun warga dari daerah lain, bisa bertahan menunggu pertolongan dari pemerintah pusat. Sehingga, keluarga para korban sandera bisa kembali bersama dengan korban.
"Kami dari Pemerintah Daerah tetap memberikan dukungan moril kepada keluarga korban," tambahnya. (Kalma)