Iklan

Iklan

Lebih Siap, Lebih Baik: Yayasan Mitra Netra Bekali Mahasiswa Tunanetra Makassar Hadapi Dunia Kerja

29 Agustus 2026, 4:22 PM WIB Last Updated 2026-09-03T06:26:30Z
Yayasan Mitra Netra membekali 26 mahasiswa dan lulusan baru tunanetra dari sejumlah perguruan tinggi di Makassar.


RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Memiliki ijazah perguruan tinggi belum selalu menjadi bekal yang cukup untuk memasuki dunia kerja. Bagi pencari kerja tunanetra, tantangan tersebut dapat menjadi lebih kompleks karena masih terdapat kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan pemahaman maupun kebutuhan dunia kerja.

Berangkat dari kondisi tersebut, Yayasan Mitra Netra kembali memperkuat kesiapan mahasiswa dan lulusan baru tunanetra melalui Sesi Orientasi Dunia Kerja dan Karier untuk Mahasiswa Tunanetra yang mengusung tema “Lebih Siap, Lebih Baik”.

Kegiatan tersebut digelar di Ruang Inspiring, Hotel Unhas Lantai 2, Makassar, melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar.

Sebanyak 26 mahasiswa dan lulusan baru tunanetra dari sejumlah perguruan tinggi di Makassar mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Universitas Muslim Indonesia.

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pengetahuan, kemampuan, dan kesiapan para pencari kerja tunanetra lulusan perguruan tinggi agar mampu memasuki dunia kerja secara lebih percaya diri dan adaptif.

Job Coach sekaligus Kepala Bagian Program Ketenagakerjaan Yayasan Mitra Netra, Aria Indrawati, mengatakan kesiapan menjadi faktor penting bagi mahasiswa tunanetra yang mulai memasuki dunia kerja sektor formal.

“Memasuki dunia kerja sektor formal membutuhkan kesiapan, pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan untuk memahami tuntutan dan harapan pemberi kerja,” ujar Aria.

Menurutnya, tantangan bagi pencari kerja tunanetra tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu. Masih terdapat ketidakpahaman sebagian pemberi kerja mengenai kemampuan tunanetra untuk bekerja secara inklusif.

Di sisi lain, Mitra Netra juga melihat masih adanya kesenjangan antara kemampuan pencari kerja tunanetra lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pemberi kerja dalam proses perekrutan.

“Bagi mahasiswa tunanetra dan tunanetra yang baru menyelesaikan pendidikan tinggi, persiapan tersebut menjadi semakin penting,” katanya.

Membekali Pencari Kerja Tunanetra

Sesi Orientasi Dunia Kerja dan Karier dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada peserta mengenai situasi, tantangan, dan peluang tunanetra lulusan perguruan tinggi dalam memasuki dunia kerja sektor formal.

Peserta juga diharapkan memiliki kesadaran adanya kesenjangan antara harapan pemberi kerja dan kompetensi pencari kerja tunanetra, sehingga penting bagi tunanetra, untuk mempersiapkan diri secara baik.

Pemahaman tersebut menjadi dasar bagi peserta untuk mengenali kompetensi yang perlu dikembangkan sebelum memasuki dunia kerja.

Aria Indrawati, yang juga berperan Job Coach/Konselor Bimbingan Karier Yayasan Mitra Netra, menyampaikan materi mengenai situasi dunia kerja sektor formal bagi tunanetra di Indonesia saat ini; adanya kesenjangan antara regulasi dan implementasi, serta kesenjangan antara harapan pemberi kerja dan kemampuan pencari kerja tunanetra saat ini, dan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh pencari kerja tunanetra untuk mengatasi kesenjangan tersebut sebelum memasuki dunia kerja sektor formal.

Sementara itu, Arya Putra Bagaskara, fasilitator Pre Employment Soft Skill Training Mitra Netra, memberikan pembekalan mengenai CV sebagai salah satu medium komunikasi tertulis antara pencari kerja dengan pemberi kerja yang sedang melakukan proses perekrutan. Bagaimana menampilkan CV yang menarik, sesuai kebutuhan perekrutan kerja, dan tetap jujur.

Di samping itu, di era digital yang begitu dinamis, Bagas juga menekankan pentingnya “personal branding”. Pencari kerja tunanetra harus mulai membangun personal branding sedini mungkin.

Pencari kerja tunanetra juga perlu membangun kemampuan berkomunikasi yang baik, baik komunikasi verbal maupun non-verbal. Hal ini akan mereka perlukan saat harus mengikuti wawancara kerja.

Melalui sesi ini, baik Aria Indrawati maupun Arya Putra Bagaskara memperkenalkan kedua ketrampilan komunikasi tersebut.

Perspektif dari aspek praktis juga dihadirkan melalui sesi berbagi pengalaman bersama Ismail Naharuddin, role model, seorang tunanetra yang berkarier sebagai ASN dengan jabatan Pranata Humas Ahli Pertama di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Makassar, Kementerian Kesehatan RI.

Dalam sesi ini, Ismail berbagi pengalaman mengenai proses yang ditempuh hingga dapat berkarier di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Makassar, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi selama proses perekrutan dan cara mengatasinya.

Ia juga menceritakan tugas dan tanggung jawab yang dijalankan sejak awal bekerja hingga saat ini, termasuk dalam memenuhi kebutuhan penyesuaian dan aksesibilitas di lingkungan kerja.

Di sisi lain, Mitra Netra juga menghadirkan perwakilan HRD perusahaan, yang memberikan wawasan tentang situasi dunia kerja dari sudut pandang pemberi kerja sektor swasta. Melalui sesi sharing ini, peserta juga diharapkan mendapatkan informasi langsung dari perusahaan, apa yang perusahaan harapkan saat melakukan perekrutan karyawan.

Metode Interaktif

Sesi Orientasi Dunia Kerja Dan Karier ini dikembangkan dengan metode interaktif melalui ceramah, diskusi, interaksi kelompok, serta praktik. Peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai hal-hal terkait dunia kerja, tetapi peserta juga diharuskan menyusun rencana tindakan yang perlu dilakukan setelah mengikuti sesi orientasi dunia kerja ini, 2 sehingga secara bertahap mereka dapat memperkecil kesenjangan antara kondisi mereka saat ini dengan harapan pemberi kerja yang akan merekrut karyawan tunanetra.

Membangun Jembatan antara Pendidikan Tinggi dan Dunia Kerja

Sejak tahun 2015, Mitra Netra telah mengembangkan sesi persiapan bekerja untuk mahasiswa tunanetra di Indonesia, yang mencakup baik aspek hard-skill maupun soft-skill.

Fakta menunjukkan memiliki ijazah sarjana saja tidak cukup Pencari kerja juga harus melengkapinya dengan keterampilan kerja yang diperlukan agar dapat diperhitungkan saat memasuki dunia kerja.

“Mitra Netra berharap Sesi Orientasi Dunia Kerja dan Karier untuk mahasiswa tunanetra yang dirintis di Makassar dan kota-kota lain di Indonesia dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh Unit Layanan Disabilitas di perguruan tinggi, atau oleh unit di dalam perguruan tinggi yang memiliki program persiapan karier untuk mahasiswa. Dengan demikian, program transisi antara pendidikan tinggi dan dunia kerja yang dikembangkan universitas menjadi lebih inklusif, karena juga menjangkau mahasiswa penyandang disabilitas,” jelas Aria. (Ikhlas/Amin)
Komentar

Tampilkan

  • Lebih Siap, Lebih Baik: Yayasan Mitra Netra Bekali Mahasiswa Tunanetra Makassar Hadapi Dunia Kerja
  • 0

Terkini

Iklan