Iklan

Iklan

Refleksi Setahun Kepemimpinan Chaidir: Klaim Capaian di Tengah Dana Transfer yang Menyusut

21 Februari 2026, 11:44 AM WIB Last Updated 2026-02-21T03:44:57Z

Setahun Chaidir–Muetazim di Maros Klaim Capaian dan Agenda Prioritas 2025



RAKYATSATU.COM, MAROS — Genap satu tahun pasangan Bupati dan Wakil Bupati Maros, Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur, memimpin Kabupaten Maros. Keduanya dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.


Momentum satu tahun kepemimpinan itu diperingati dalam kegiatan refleksi di Gedung Serbaguna Maros, Jumat, 20 Februari 2026. Dalam forum tersebut, Chaidir memaparkan sejumlah capaian sekaligus tantangan yang dihadapi pemerintah daerah sepanjang 2025.


“Terima kasih atas dukungan seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. Mari kita tuntaskan janji-janji dan melanjutkan program untuk kesejahteraan masyarakat Maros,” kata Chaidir.


Ia mengakui, tahun pertama kepemimpinannya bukan periode yang ringan. Selain dinamika internal pemerintahan, pemerintah daerah juga menghadapi pengetatan dana transfer pusat akibat kebijakan efisiensi anggaran.


Meski demikian, Chaidir menyebut pemerintahannya tetap menjalankan agenda prioritas melalui pendekatan yang ia sebut sebagai semangat “Maros Sejuk”. Ia mengklaim turun langsung memantau kondisi infrastruktur, penataan sungai, hingga menindaklanjuti aspirasi warga yang disampaikan melalui media sosial.


Penurunan Stunting dan Pembangunan RS


Di sektor kesehatan, pemerintah daerah mencatat penurunan angka stunting dari 32,40 persen pada 2024 menjadi 22,40 persen pada 2025. Selain itu, pembangunan RS Camba dan RS dr. La-Palalloi juga menjadi bagian dari program prioritas layanan kesehatan.


Penguatan layanan kesehatan turut dilakukan melalui pengadaan enam ambulans untuk puskesmas, tiga ambulans untuk RSUD Camba, serta dua unit mobil PSC 119 masing-masing satu mobil jenazah dan satu ambulans dengan total anggaran sekitar Rp6 miliar.


Sebanyak 47 unit sepeda motor juga diserahkan kepada perawat dan bidan desa sebagai tahap awal program satu tenaga kesehatan di setiap desa dan kelurahan.


Infrastruktur dan Pendidikan


Di sektor infrastruktur, pemerintah meresmikan Jembatan Minasa Upa Bontoa serta Jembatan Arra-Damma di Tompobulu dengan nilai proyek sekitar Rp3,5 miliar. Pembangunan jalan beton juga dilakukan di sejumlah wilayah pelosok, termasuk poros Tompobalang Bonto Matinggi dan Damma Bontosomba, dengan total anggaran sekitar Rp28 miliar.


Untuk pendidikan, sebanyak 68 unit bangunan sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP dibangun dan direhabilitasi dengan anggaran sekitar Rp23 miliar. Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP senilai Rp3,92 miliar.


Pertanian dan Program Nasional


Di sektor pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) disalurkan, antara lain 99 unit traktor roda dua, 101 unit traktor roda empat, 36 pompa air, 18 combine harvester, dan empat power thresher.


Chaidir juga menegaskan dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Pemerintah Kabupaten Maros memfasilitasi pembangunan 40 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, yang ditargetkan melayani sekitar 97 ribu penerima manfaat.


Selain itu, kepengurusan Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 103 desa dan kelurahan, dengan 31 unit fasilitas telah terbangun. Pemerintah daerah juga menyiapkan tiga lokasi untuk program Sekolah Rakyat, sambil menunggu persetujuan pemerintah pusat.


Chaidir menegaskan, rangkuman capaian satu tahun tersebut bukan untuk berbangga diri. “Ini adalah bentuk laporan dan tanggung jawab kami kepada masyarakat Maros,” ujarnya.


Namun, dengan tantangan fiskal yang masih membayangi, keberlanjutan berbagai program tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan daerah menjaga stabilitas anggaran serta dukungan pemerintah pusat pada tahun-tahun berikutnya. (Ikhlas/Arul)

Komentar

Tampilkan

  • Refleksi Setahun Kepemimpinan Chaidir: Klaim Capaian di Tengah Dana Transfer yang Menyusut
  • 0

Terkini

Iklan