RAKYATSATU.COM, BONE - Rasa syukur tak disembunyikan dr Muh Syahrial setelah dinyatakan lulus sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Ia melewati serangkaian seleksi yang digelar Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dengan proses yang disebutnya ketat dan kompetitif.
Rial sapaan akrabnya menjadi satu dari empat tenaga kesehatan asal Kabupaten Bone yang lolos seleksi tahun ini. Ia dijadwalkan mendampingi Calon Jamaah Haji Bone melalui Embarkasi Makassar pada musim haji mendatang.
Dokter dengan jabatan Ahli Pertama berpangkat Penata Muda Tk. I/IIIb itu sehari-hari bertugas di UPT Puskesmas Dua Boccoe. Pengalaman pelayanan kesehatan di tingkat primer menjadi bekal utamanya dalam menjalankan tugas pendampingan jamaah.
Ia menyebut kelulusan ini sebagai impian yang telah lama diperjuangkan. Keinginan menjadi bagian dari petugas haji, kata dia, bukan muncul secara tiba-tiba.
Catatannya menunjukkan, Rial telah tiga kali mengikuti seleksi PPIH sebelum akhirnya dinyatakan lulus tahun ini. Kegagalan sebelumnya tak membuatnya surut untuk kembali mencoba.
“Alhamdulillah, atas doa dan ikhtiar, tahun ini kami dinyatakan lulus seleksi PPIH. Ini tak lepas dari doa orang tua, istri, keluarga, dan para sahabat. Semoga amanah ini bisa saya laksanakan dengan baik dalam membantu jamaah melaksanakan ibadah di Tanah Suci,” ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.
Selain Syahrial, tenaga medis asal Bone lain yang dinyatakan lulus PPIH 2026 adalah dr Silviana Masrih dari UPT Puskesmas Kahu. Ia sebelumnya tercatat pernah menjadi PPIH dan kembali dinyatakan lulus pada musim haji 2022.
Dua perawat juga ikut lolos seleksi, yakni Muafiah Yunus, S.Kep., Ns dari UPT PKM Ajangale dan Hasrawaty Hamid dari UPT PKM Biru. Keempatnya akan memperkuat tim layanan kesehatan bagi jamaah asal Bone.
Di luar tugasnya di Puskesmas Dua Boccoe, Syahrial aktif sebagai tenaga medis di Pesantren Al Ikhlas Ujung Dua Boccoe yang didirikan oleh Nasaruddin Umar. Ia juga membuka praktik mandiri di Desa Uloe dengan nama Klinik Makessing serta aktif di Ikatan Dokter Indonesia Cabang Bone.
Suami dari dr Fani Yustia itu sebelumnya mengikuti Bimbingan Teknis PPIH Embarkasi Makassar yang digelar pada 8–17 Februari 2026. Bimtek tersebut menjadi tahapan wajib sebelum penugasan resmi.
Kegiatan itu melibatkan delapan provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Papua, dan Papua Barat. Embarkasi Makassar menjadi titik keberangkatan jamaah dari kawasan timur Indonesia.
Peserta bimtek terdiri atas Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Dokter, Perawat, KBIHU, hingga Petugas Haji Daerah. Mereka dibekali materi teknis dan koordinasi layanan selama di Tanah Suci.
Di luar dunia kesehatan, Syahrial dikenal sebagai putra kelahiran Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe. Ia aktif sebagai atlet sekaligus pembina sepak takraw di bawah naungan Raga Bone.
Sejumlah turnamen antar kabupaten pernah diikutinya, membawa nama Kabupaten Bone dalam berbagai kejuaraan. Aktivitas olahraga itu, menurut dia, turut membentuk disiplin dan ketahanan fisik.
Dengan kelulusannya sebagai PPIH tahun ini, Syahrial berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi jamaah haji asal Bone. Ia menyatakan siap mengemban amanah tersebut dengan penu tanggung jawab selama bertugas di Tanah Suci. [Ikhlas /Sugi]
