ads

17 July, 2019

Dinas Pariwisata Bone Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Alam Selam

Dinas Pariwisata Bone Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Alam Selam
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Kabupaten Bone merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi wisata yang sangat besar dan layak jual. Hal itu terbukti banyak tempat wisata di Kabupaten Bone yang ramai dikunjungi oleh wisatawan, khususnya Tanjung Pallette yang saat ini dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bone.

Olehnya itu, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Bone, Andi Ikhwan Burhanuddin, SH, M.Si, melakukan suatu gebrakan dengan melakukan Pelatihan Pemandu Wisata Alam Selam (Diving Guide) selama tiga hari, 15 hingga 17 Juli 2019.

Kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Alam Selam (Diving Guide) dibuka oleh Kadis Pariwisata Kabupaten Bone, Andi Ikhwan Burhanuddin, di hotel Novena Jl Ahmad Yani, sekaligus penerimaan materi indoor bagi peserta, Senin (15/07/2019).

Kemudian dilanjutkan praktek lapangan dan pemakaian peralatan selam di kolam renang Tanjung Pallette, Kelurahan Pallette Kecamatan Tanete Riattang Timur, Rabu (16/07/2019) serta dilakukan pula di salah satu tempat wisata di laut Tangkulara pada hari Rabu (17/07/2019) dengan didampingi instruktur yang ahli di bidangnya.

Andi Ikhwan Burhanuddin mengatakan, Pelatihan Pemandu Wisata Alam Selam (Diving Guide) tersebut bertujuan untuk mencetak pemandu wisata alam selam karena di Kabupaten Bone memiliki panorama keindahan laut yang membutuhkan pemandu selam untuk menikmati keindahan alam laut di Kabupaten Bone.

Selain itu, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sambil meningkatkan kontribusinya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat di daerah tujuan wisata.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan Pelatihan Pemandu Wisata Alam Selam (Diving Guide) merupakan salah satu konsep pengembangan kawasan wisata bahari di Kabupaten Bone.

Tambahnya, ada beberapa sasaran pengembangan wisata bahari di Kabupaten Bone, diantaranya terwujudnya pengembangan wisata bahari yang didukung oleh masyarakat, terwujudnya pengetahuan, wawasan, sikap dan keterampilan masyarakat pesisir dalam pengelolaan kawasan wisata bahari.

Kemudian terciptanya penataan kawasan wisata bahari yang sesuai dengan zonasi peruntukan lahan, daya dukung lahan dan kepemilikan lahan.

"Terwujudnya tata cara pengelolaan kawasan wisata bahari yang berdasarkan kepada management pengelolaan yang tepat dan terwujudnya Brand Image kepariwisataan kabupaten," jelas Andi Ikhwan, Rabu (17/07/2019).  (Rasul)
Don't Miss

News Feed