ads

14 June, 2019

Kepala TK Pertiwi Matanna Tikka Tak Mampu Perlihatkan Bukti Sesuai Pengakuannya di Disdik Bone

Kepala TK Pertiwi Matanna Tikka Tak Mampu Perlihatkan Bukti Sesuai Pengakuannya di Disdik Bone
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Dugaan kongkalikong absensi/daftar hadir TK Pertiwi Matanna Tikka semakin menghangat bahkan pernyataan Kepala TK Pertiwi Matanna Tikka, Hj Rosnawati, dihadapan Kabid Program dan Perencanaan Disdik Kabupaten Bone, H Ibrahim, Kamis (13/06/2019) tidak mampu dipertanggungjawabkan.

Di mana hal tersebut terbukti di saat Rakyatsatu.com mendatangi TK yang beralamat di Jl MH Thamrin Watampone, Jumat (14/06/2019), Hj Rosnawati membantah pernyataannya dan tidak mampu memperlihatkan bukti-bukti sebagaimana yang diungkapkan dihadapan H Ibrahim.

Bahkan kedatangan Rakyatsatu.com disambut bak musuh (bukan mitra) dan diduga mau memeriksa TK itu, padahal hanya untuk mengecek bukti kebenaran pernyataan Kepala TK Pertiwi Matanna Tikka.

Hal itu bermula ketika temuan Rakyatsatu.com terkait dugaan kongkalikong absensi/daftar hadir tenaga pendidik di TK itu dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bone ke H Ibrahim.

Berdasarkan pengakuan H Ibrahim, bahwa dirinya sudah memanggil Hj Rosnawati untuk diklarifikasi dan menurutnya bahwa Hj Rosnawati bersedia memperlihatkan segala bukti seperti surat tugas apabila wartawan datang ke sekolahnya.

"Kepala TKnya (Hj Rosnawati) sudah ada dihadapan saya dan bersedia memperlihatkan semua buktinya apabila ke sekolahnya," ujar H Ibrahim lewat telepon ke Rakyatsatu.com, Kamis (13/06/2019).

Namun semua itu berbanding terbalik, justru ketika Rakyatsatu.com, mendatangi TK Pertiwi Matanna Tikka, hari Jumat (14/06/2019), malah dikira mau memeriksa di TK tersebut, padahal kedatangan Rakyatsatu.com sudah dijelaskan sebelumnya ke Hj Rosnawati bahwa hanya mau mengecek bukti sesuai pernyataan kepala TK tersebut dihadapan H Ibrahim.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa, ada temuan Rakyaysatu.com di daftar hadir TK Pertiwi Matanna Tikka yang sudah ditipex, diduga dari izin (i) dijadikan hadir dengan bukti paraf kehadiran oknum guru.

Tipex daftar hadir tersebut tertera dikolom tanggal sekira mulai tanggal 24 atau 25 April. Padahal semestinya harus izin selama empat hari.

Hal itu pun diakui guru/tenaga pendidik TK Pertiwi Matanna Tikka yang bersangkutan, Andi Syahriah, S.Pd, bahwa betul itu tidak ada bukti surat tugas kalau itu yang mau dilihat karena saat itu ia tidak bertugas sebagai pemetaan tetapi alasan pergi ujian.

"Kalau yang itu memang tidak ada surat tugas karena waktu itu saya pergi ujian, kenapa sih itu yang mau dipermasalahkan. Banyak liputan di luar sana," ujar Andi Syahriah ke Rakyatsatu.com, dengan nada emosi, Jumat (14/06/2019).

Dengan adanya pengakuan tersebut, maka diharap Disdik Kabupaten Bone menyikapi hal itu dan tidak memandang sebelah mata temuan tersebut dan semoga tidak membayarkan tunjangan profesi Andi Syahriah secara full di bulan April 2019.  (Rasul)

Don't Miss

News Feed