ads

29 May, 2019

PMII Bone Gelar Aksi Damai Terkait Petani, Ini Pernyataan Sikapnya

PMII Bone Gelar Aksi Damai Terkait Petani, Ini Pernyataan Sikapnya
banner 336x280
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabuaten Bone menggelar aksi damai di sejumlah titik dan salah satunya adalah di depan kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, Jl Lassonrong Watampone, Rabu (29/05/2019).

Melalui Koordinator Aksi, Amiruddin, ini pernyataan sikapnya dihadapan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, H Sunardi Nurdin.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Amiruddin, ia menyatakan, Pemerintah Kabuaten Bone telah melakukan upaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan menambah jatah kuota Pupuk di Kabupaten Bone dengan akumulasi sebesar 92.239 ton.

Angka ini bertambah sebesar 20.000 Ton
lebih jika dibandingkan kuota tahun 2018lalu sebesar 70.000 ton. Selain itu, Pemkab Bone juga menyiapkan anggaran sebesar 10 Miliyar untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kelangkaan pupuk subsidi.

Anggaran sebesar 10 miliyar ini akan digunakan untuk membeli pupuk non subsidi yang selanjutnya dijual dengan
harga subsidi jika terjadi kelangkaan pupuk.

Dilihat dari pernyataan tersebut maka tidak ada lagi distributor yang menjual pupuk non Subsidi kepada masyarakat, apalagi dengan alasan pupuk terbatas karena sudah ada solusi yang telah disediakan,namun karena kurangnya perhatian dan control Dinas Pertanian terkait kinerja distributor dan agen-agen penjualan pupuk maka muncul kerancuan.

Hal ini jelas-jelas merugikan masyarakat, maka timbul penilaian Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dinilai tidak becus dalam melakukan pengawasan sehingga hal ini terjadi, jangankan pupuk murah, merata saja susah untuk diwujudkan jika kinerjanya hanya seperti ini.

Bukan hanya itu, pernyataan-pernyataan yang mengatakan petani manja oleh oknum Dinas Pertanian, sangat membuat resah hati petani. 

Pelayan masyarakat yang seharusnya mengayomi dan memberikan solusi di setiap permaslahan yang muncul di tengah-tengah masyarakat, justru memberikan kata yang tidak pantas, dan sangat picik tidak mencerminkan pelayanan bermasyarakat, maka kami dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabuaten Bone tergerak hatinya unuk melakukan Aksi menuntut agar kejadian seperti ini tidak lagi terjadi.

Apabila dikemudian hari terjadi lagi maka kami menegaskan kepada bapak bupati Bone untuk mencopot dan mengganti pegawai yang tidak bertanggungjawab ini. 

Bukan hanya itu, laporan- laporan masyarakat untuk masalah lain pun kami terima, terkait Pembagian bantuan alat-alat dan bahan pertanian yang tidak adil, tidak merata sehingga muncul kecemburuan sosial di tengah-tengah masyarakat bersama dengan pernyataan di atas kami dari organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam PMII Kabupaten Bone menyatakan sikap

1.Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan perkebunan
Meminta Maaf kepada segenap Masyarakat petani Se Kabupaten Bone atas pernyataan yang mengatakan Petani Manja.

2.Menverifikasi ulang semua distributor pupuk di Kabupaten Bone dan mencabut izin kepada distributor dan agen pupuk yang terbukti berbuat curang

3.Mengevaluasi semua petugas penyuluh pertanian di tingkat kecamatan agar
bekerja maksimal untuk mensosialisasikan tata cara bertani dengan cara efisien dan efektif.

4.Berlaku adil dalam mendistribusikan bantuan alat-alat dan bahan pertanian
kepada masyarakat se Kabupaten Bone agar tidak lagi terjadi kecemburuan sosial.

Demikian pernyataan ini, kami akan selalu memantau perkembangan masalah ini, apabila dikemudian hari masih terjadi maka kami akan menuntut Kepala
Dinas Pertanian Tanaman Pangan,Hortikultura dan Perkebunan untuk turun dari jabatannya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultuta dan perkebunan Kabupaten Bone H. Sunardi Nurdin, menjelaskan bahwa ketersediaan pupuk subsidi untuk petani cukup.

"Hanya saja, mungkin karena puncak pemakaian petani khususnya petani padi bersamaan sehingga pendistribusian tidak bisa bersamaan, hal itu yang menyebabkan keterlambatan, tapi itu bukan kelangkaan," jelas Kadis Pertanian.

Karena menurutnya, setelah melakukan pengecekan di gudang-gudang produsen ternyata stok pupuk masih sangat banyak.

Jadi petani tidak perlu panik, karena kami dari Dinas peratanian bersama Produsen menjamin ketersidiaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bone.

“Petani tidak usah panik, karena ketersidiaan pupuk bersubsidi masih sangat banyak,” tutur Kadis Pertanian Bone.

Terkait adanya pernyataan "Petani Manja" ia menjelaskan bahwa itu diluar kuasanya dan dirinya yakin tidak ada dari Dinas yang dipimpinnya mengatakan hal tersebut.

"Kami ini sahabat dan pelayan masyarakat apalagi petani, maka tidak mungkin kami akan mengatakan petani manja. Saya rasa itu hanya permasalahan komunikasi dan tentunya saya akan terus menjaga harkat dan martabat petani demi meningkatkan kesejahteraan mereka," jelas H Sunardi.  (Rasul)
Don't Miss

News Feed