RAKYATSATU.COM, TORAJA - Merespon keinginan guru paud dan kelompok bermain yang ingin meningkatkan pengembangan kreatif saat mengajar,
Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Tana Toraja akan hadirkan Kak Seto yang merupakan ketua perlindungan anak Indonesia.
Ketua Himpaudi Tana Toraja, Nurliah didampingi Bunda PAUD, Rospita Napa Biringkanae menjelaskan, bahwa besok, Kamis (1/2) akan melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dan Seminar. Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) akan dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 1-4 Februari di Hotel Sahid Makale dengan menghadirkan para Guru Paud dari 19 Kecamatan Se Kabupaten Tana Toraja.
"Untuk pelaksanaan Seminar akan di selenggarakan sehari pada tanggal 2 Februari di gedung Tammuan Mali' Makale dengan menghadirkan tokoh pemerhati anak, para orang tua anak dan Para Guru,"Nurliah saat menggelar pertemuan di kantor PKK, Rabu (31/1)
Pelaksanaan kegiatan inipun sejalan dengan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja, yakni "jangan biarkan rakyatku bodoh" artinya Pemerintah Tana Toraja terus mendorong kepada orang tua dan anak-anak agar pendidikan itu tetap nomor satu,"ucapnya.
Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Tana Toraja akan hadirkan Kak Seto yang merupakan ketua perlindungan anak Indonesia.
Ketua Himpaudi Tana Toraja, Nurliah didampingi Bunda PAUD, Rospita Napa Biringkanae menjelaskan, bahwa besok, Kamis (1/2) akan melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dan Seminar. Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) akan dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 1-4 Februari di Hotel Sahid Makale dengan menghadirkan para Guru Paud dari 19 Kecamatan Se Kabupaten Tana Toraja.
"Untuk pelaksanaan Seminar akan di selenggarakan sehari pada tanggal 2 Februari di gedung Tammuan Mali' Makale dengan menghadirkan tokoh pemerhati anak, para orang tua anak dan Para Guru,"Nurliah saat menggelar pertemuan di kantor PKK, Rabu (31/1)
Pelaksanaan kegiatan inipun sejalan dengan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja, yakni "jangan biarkan rakyatku bodoh" artinya Pemerintah Tana Toraja terus mendorong kepada orang tua dan anak-anak agar pendidikan itu tetap nomor satu,"ucapnya.
