RAKYATSATU.COM, BULUKUMBA - Peristiwa kebakaran di dusun Pannalolo desa Bontobaji Kecamatan Kajang, Jumat (9/12) sekitar pukul 22.00 Wita, selain meratakan dengan tanah rumah milik Arman, juga tiga orang keluarganya tewas terpanggang dilalap api dan sulit lagi dikenali.
Meski begitu, saat ditemukan ketiga korban masih berpelukan di depan pintu rumahnya
Ahmad Asbal kepala desa Bontobaji bersama H Muh.Thamrin anggota DPRD Bulukumba yang dihubungi Sabtu (10/12) menuturkan, pada malam kejadian, Arman bersama isterinya, pemilik rumah masih berada di rumah kerabatnya sekitar 200 meter dari rumahnya, karena bertepatan di rumah kerabatnya sedang berlangsung pesta.
[caption id="attachment_5952" align="alignleft" width="720"]
H.Muh.Thamrin puang Tamo (kemeja pink) anggota DPRD Bulukumba yang juga keluarga korban, mendatangi TKP Sabtu (10/12)[/caption]
Dijelaskan, sebelum kedua korban Anra (6) dan Faiz (5) menemui ajalnya secara tragis kedua bocah malang ini, baru saja pulang dari tempat pesta, karena sudah mengantuk. Sementara Arman dan isterinya masih berada di tempat pesta.
" Kedua orang tuanya masih di pesta, tidak lama kemudian warga melihat kobaran api di rumah Arman, dan warga tersebut terus berteriak minta tolong," ujarnya Kades Bontobaji, namun api makin membesar.
Mendengar teriakan minta tolong, seperti diceritakan Ahmad Asbal bersama H.Muh.Thamrin, yang masih kerabat dekat dengan korban, Naha (60) sempat terbangun dari tidurnya bersama kedua cucunya.
[caption id="attachment_5953" align="alignleft" width="614"]
Keluarga korban histeris melihat ketiga korban tewas mengenaskan[/caption]
" Ketiga korban tetap berupaya menyelamatkan diri, terbukti, ketiganya ditemukan dekat pintu depan, yang memilukan karena saat ditemukan ketiganya berpelukan," tutur H.Thamrin yang mengaku korban adalah mertua saudaranya.
Ditambahkan, penyebab kebakaran masih simpang siur ada yang menduga karena arus pendek, ada juga yang menduga karena kompor.
" Menurut saksi yang pertama kali melihat kobaran api, api berasal dari bagian dapur rumah korban, sehingga diduga api bersumber dari dapur, "ujar Kades Bontobaji dan salah satu korban yang terkena musibah
Menurut Kades Bontobaji, rencananya ketiga korban akan dikebumikan hari ini di pemakaman keluarga.
"Sisa pak Wakil Bupati yang kami tunggu, karena kami menerima informasi pak Tomy mau datang pak," kata Ahmad Asbal.(HSL)
Meski begitu, saat ditemukan ketiga korban masih berpelukan di depan pintu rumahnya
Ahmad Asbal kepala desa Bontobaji bersama H Muh.Thamrin anggota DPRD Bulukumba yang dihubungi Sabtu (10/12) menuturkan, pada malam kejadian, Arman bersama isterinya, pemilik rumah masih berada di rumah kerabatnya sekitar 200 meter dari rumahnya, karena bertepatan di rumah kerabatnya sedang berlangsung pesta.
[caption id="attachment_5952" align="alignleft" width="720"]
Dijelaskan, sebelum kedua korban Anra (6) dan Faiz (5) menemui ajalnya secara tragis kedua bocah malang ini, baru saja pulang dari tempat pesta, karena sudah mengantuk. Sementara Arman dan isterinya masih berada di tempat pesta.
" Kedua orang tuanya masih di pesta, tidak lama kemudian warga melihat kobaran api di rumah Arman, dan warga tersebut terus berteriak minta tolong," ujarnya Kades Bontobaji, namun api makin membesar.
Mendengar teriakan minta tolong, seperti diceritakan Ahmad Asbal bersama H.Muh.Thamrin, yang masih kerabat dekat dengan korban, Naha (60) sempat terbangun dari tidurnya bersama kedua cucunya.
[caption id="attachment_5953" align="alignleft" width="614"]
" Ketiga korban tetap berupaya menyelamatkan diri, terbukti, ketiganya ditemukan dekat pintu depan, yang memilukan karena saat ditemukan ketiganya berpelukan," tutur H.Thamrin yang mengaku korban adalah mertua saudaranya.
Ditambahkan, penyebab kebakaran masih simpang siur ada yang menduga karena arus pendek, ada juga yang menduga karena kompor.
" Menurut saksi yang pertama kali melihat kobaran api, api berasal dari bagian dapur rumah korban, sehingga diduga api bersumber dari dapur, "ujar Kades Bontobaji dan salah satu korban yang terkena musibah
Menurut Kades Bontobaji, rencananya ketiga korban akan dikebumikan hari ini di pemakaman keluarga.
"Sisa pak Wakil Bupati yang kami tunggu, karena kami menerima informasi pak Tomy mau datang pak," kata Ahmad Asbal.(HSL)