RAKYATSATU.CON, SOPPENG - Kemarau panjang melanda Kabupaten Soppeng, akibat kemarau itu air sungai mengering dan sedikitnya 50 hektare lahan persawahan petani di Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa terancam puso (gagal panen).
Menurut Lamana warga Laringgi, lahan pertanian mengalami kekeringan akibat kurangnya pasokan air. Dengan demikian, tanaman sudah berubah warna kekuningan dan terancam akan mengalami puso.
"Padi sudah mulai berbuah tapi air tidak ada, hujan juga tidak pernah sementara saat ini padi sudah membutuhkan air," kata Lamana.
Sementara itu, staf UPT BPP Marioriawa, Jumriah membenarkan adanya sawah petani yang tetancam puso.
Dia menjelaskan, lahan pertanian tersebut merupakan milik tiga kelompok tani di Desa Laringgi.
"Kita belum tahu pasti berapa jumlah sawah terancam gagal panen. Tapi memang benar, padi saat ini kekurangan air karena kemarau," ucapnya. (Mario)
Menurut Lamana warga Laringgi, lahan pertanian mengalami kekeringan akibat kurangnya pasokan air. Dengan demikian, tanaman sudah berubah warna kekuningan dan terancam akan mengalami puso.
"Padi sudah mulai berbuah tapi air tidak ada, hujan juga tidak pernah sementara saat ini padi sudah membutuhkan air," kata Lamana.
Sementara itu, staf UPT BPP Marioriawa, Jumriah membenarkan adanya sawah petani yang tetancam puso.
Dia menjelaskan, lahan pertanian tersebut merupakan milik tiga kelompok tani di Desa Laringgi.
"Kita belum tahu pasti berapa jumlah sawah terancam gagal panen. Tapi memang benar, padi saat ini kekurangan air karena kemarau," ucapnya. (Mario)