RAKYATSATU.COM, LUTIM - Sebanyak 124 orang Jemaah Calon Haji (JCH) di Kabupaten
Luwu Timur disuntik vaksin, di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Luwu Timur,
Senin (15/8).
Perawat Puskesmas Malili, Herliani Rijal mengatakan, suntik vaksin ini dilakukan
untuk mengantisipasi virus meningitis atau virus radang selaput otak.
"Vaksin juga berguna sebagai anti bodi. Ini dilakukan sekali sebelum berangkat
haji," ungkap Herliani yang ditemui disela - sela kegiatan.
Menurutnya, gejala meningitis tersebut dapat diketahui jika pasien mengalami demam
tinggi dan kejang - kejang sehingga JCH yang mengalami gejala meningitis rawan
untuk diberangkatkan.
"Kalau secara medis tidak boleh diberangkatkan namun sejauh ini belum ada yang
mengalami gejala virus meningitis," ungkap Herliani.
Sementara itu, pelaksana Haji Nurlela mengatakan, 124 kuota untuk Luwu Timur tahun
2016. Ratusan JCH tersebut akan dipandu oleh satu orang dari Pemerintah Daerah
(Pemda).
Dari 124 JCH, kata Nurlela, ada satu JCH yang kemungkinan akan batal diberangkatkan
karena dalam kondisi rutin cuci darah di Makassar.
"Informasinya rutin cuci darah sehingga kemungkinan batal berangkat namun jumlah
kuota tidak akan berubah karena ada cadangan," ungkap Nurlela. (Piank)
Luwu Timur disuntik vaksin, di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Luwu Timur,
Senin (15/8).
Perawat Puskesmas Malili, Herliani Rijal mengatakan, suntik vaksin ini dilakukan
untuk mengantisipasi virus meningitis atau virus radang selaput otak.
"Vaksin juga berguna sebagai anti bodi. Ini dilakukan sekali sebelum berangkat
haji," ungkap Herliani yang ditemui disela - sela kegiatan.
Menurutnya, gejala meningitis tersebut dapat diketahui jika pasien mengalami demam
tinggi dan kejang - kejang sehingga JCH yang mengalami gejala meningitis rawan
untuk diberangkatkan.
"Kalau secara medis tidak boleh diberangkatkan namun sejauh ini belum ada yang
mengalami gejala virus meningitis," ungkap Herliani.
Sementara itu, pelaksana Haji Nurlela mengatakan, 124 kuota untuk Luwu Timur tahun
2016. Ratusan JCH tersebut akan dipandu oleh satu orang dari Pemerintah Daerah
(Pemda).
Dari 124 JCH, kata Nurlela, ada satu JCH yang kemungkinan akan batal diberangkatkan
karena dalam kondisi rutin cuci darah di Makassar.
"Informasinya rutin cuci darah sehingga kemungkinan batal berangkat namun jumlah
kuota tidak akan berubah karena ada cadangan," ungkap Nurlela. (Piank)