RAKYATSATU.COM, MAROS - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Maros, Chaerul Syahab, mematok target mutlak medali emas bagi atletnya pada Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan 2026. Pernyataan itu ia lontarkan saat inspeksi mendadak ke pusat latihan di Kompleks Arhanud Kariango, pekan ini.
Didampingi Sekretaris KONI Maros Lory Hendrajaya, Chaerul memantau langsung persiapan dua cabang olahraga bela diri andalan: Muaythai dan Yongmoodo.
"Porprov hanya digelar sekali dalam empat tahun. Saya minta seluruh atlet memasang target tertinggi, yaitu meraih medali emas," kata Chaerul di hadapan atlet dan pelatih.
Menurut dia, Porprov Sulsel yang rencananya digelar di Kabupaten Bone dan Wajo bukan sekadar kompetisi rutin. Ajang ini adalah puncak pembuktian pembinaan atlet yang telah berjalan bertahun-tahun. Karena itu, ia meminta atlet melupakan latar belakang dan melebur sebagai satu tim.
"Saya tidak mau tahu kalian berasal dari mana, keluarga siapa, atau lahir di mana. Saat ini kalian adalah satu tim, atlet kebanggaan Maros," ujarnya.
Untuk mendongkrak motivasi, Pemerintah Kabupaten Maros menyiapkan insentif. Bonus puluhan juta rupiah dijanjikan bagi setiap atlet peraih medali emas.
Tekanan khusus diarahkan kepada Muaythai dan Yongmoodo yang selama ini menjadi lumbung medali Maros. "Muaythai dan Yongmoodo, kami menitipkan harapan besar di pundak kalian. Pantang pulang ke Maros jika tidak membawa medali emas," kata Chaerul.
Ketua Muaythai Maros, syaharuddin alias Datuk, menyambut ultimatum itu. Ia optimistis target minimal dua medali emas dari Muaythai realistis dicapai, dengan catatan kedisiplinan terjaga.
Persoalannya kini bukan lagi soal motivasi, melainkan menjaga kebugaran atlet hingga hari pertandingan. syaharuddin mengingatkan seluruh atletnya untuk menjaga stamina dan kondisi kesehatan agar dapat tampil pada performa puncak. (Ikhlas/Arul)