-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Tag Terpopuler

Rakor Lintas Sektor Harap Minimalisir Dampak Bencana di Soppeng

13 Januari 2023 | 10:16 AM WIB |

Wabup Soppeng, Ir Lutfi Halide (tengah) saat memimpin rakor lintas sektoral, di ruang pola kantor Bupati Soppeng, Jumat (13/1/2022)/ Foto : Dok. Pemkab Soppeng

RAKYATSATU.COM, SOPPENG
- Wakil Bupati Soppeng, Ir Lutfi Halide memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral upaya penanganan darurat bencana banjir dalam rangka meminimalisir dampak bencana yang terjadi di Kabupaten Soppeng. 


Kegiatan yang dipandu oleh Sekretaris Daerah HA Tenri Sessu ini dihadiri, Anggota Forkopimda, Kepala SKPD, Camat, Desa dan Lurah, di ruang pola kantor Bupati Soppeng, Jumat (13/1/2022).


Wakil Bupati Soppeng mengatakan bahwa, Kabupaten Soppeng ada 7.676 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana banjir dengan total 25.677 jiwa.


Bencana banjir di Soppeng sendiri meliputi Kecamatan Marioriawa, Donri-donri, Lalabata, Ganra, Lilirilau, Citta, Marioriwawo dan Liliriaja. 


"Darurat bencana ini akan dinyatakan akan berakhir 13 Januari 2023, olehnya itu di forum ini perlu kita diskusikan bersama. Karena berdasarkan hasil pertemuan beberapa waktu lalu di Makassar bersama dengan BPBD menyampaikan bahwa tidak ada daerah di Republik ini yang bisa menangani sendiri bencana itu," jelas Lutfi Halide. 


Untuk itu dia berharap melalui forum ini agar adanya masukan dari Anggota Forkopimda kepada seluruh jajaran OPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa.


Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP DR (C) H. Muhammad Yusuf Usman mengatakan bahwa bagaimana dan apa yang harus diperbuat ketika daerah kita sudah ditetapkan sebagai salah satu lokasi rawan bencana. 


Terkait dengan penanggulangan bencana kami punya pengalaman di setiap daerah tersebut kita buatkan Satgas kecil unit kerja lapangan (UKL) kecil yang terdiri dari tiga pilar ada Babinsa, Babinkamtibmas ada Kepala Desa, sebagai motornya dibawah yang akan melakukan atau menginformasikan ketika akan kejadian apa. 


Sementara Mewakili Dandim 1423/Soppeng, Pasandi Kodim 1423/Soppeng Letda Inf Endang Hermana, dalam arahannya mengatakan untuk bencana banjir rata-rata di daerah kita ini adalah banjir kiriman kalau bukan kiriman, air yang mandek. 


Kemudian untuk masalah koordinasi para Babinsa, Bhabinkamtibas dengan kepala desa dan Lurah saya yakin mereka tetap standby, apapun yang terjadi di wilayahnya pasti dilaporkan dengan mekanisme yang ada mungkin dalam laporan kecamatan atau laporan ke Danramil Nya. 


"Kami di Kodim sudah ada alat Perahu dan itu bisa digunakan kapanpun ada bencana banjir di kabupaten Soppeng personilnya sudah ada dan sudah siap, jadi kami biasa bergerak bersama BPBD Damkar," ujarnya.


Melalui forum ini kami himbau kepada para Kepala Desa dan Lurah agar disampaikan ke warganya apabila curah hujan tinggi dimohon jangan ke kebun dulu atau ke ladang apalagi yang melewati sungai-sungai besar. [Ikhlas/Yudha]

×
Berita Terbaru Update