-->

Iklan

Iklan

Raker Senat Akademik Unhas Berakhir, Ini Testimoni 3 Guru Besar Terhadap Bone

17/02/19, 17:34 WIB Last Updated 2019-02-17T09:34:23Z
RAKYATSATU.COM, BONE - Rapat Kerja (Raker) Senat Akademik Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berlangsung di Kabupaten Bone, telah berakhir.

Rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota Senat Akademik Unhas tersebut berjalan dengan baik. Seperti yang diungkap oleh Ketua Panitia, Prof Dr dr Nurpudji  Astuti,  MPH, sp. GK,

"Alhamdulillah, Raker berlangsung dengan baik, dihadiri seluruh anggota Senat Akademik Unhas utusan fakultas, rektor, wakil rektor dan para dekan dan ketua lembaga," ujar Prof Dr dr Nurpudji Astuti, Minggu (17/02/2019).

Lebih lanjut, Nurpudji mengatakan bahwa Rapat komisi 1,2,3, dan 4 membahas program kegiatan dan output yg akan dicapai untuk periode 2019-2022 berlangsung dengan baik pula. Bahasan tersebut akan segera ditindak lanjuti dan merupakan acuan masing-masing komisi untuk menjalankan kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, tiga Guru Besar Unhas ini menulis testimoninya tentang Kabupaten Bone.

Prof Dr dr Nurpudji  Astuti,  MPH, sp. GK. Baginya Kabupaten Bone, Bumi Arung Palakka menunjukkan kemajuan yang luar biasa, setiap tahun saya kunjungi pada saat Idul Fitri dan dari sudut pembangunan dengan adanya hotel dengan kualitas yang sama dengan makassar merupakan daya tarik sendiri.

Dari hasil sharing informasi dengan Pemda, begitu banyak yang bisa dikembangkan di Kabupaten Bone, mulai dari bidang pertanian, peternakan  dan kelautan/perikanan yang berpotensi  menjadikan Bone sebagai kabupaten yang unggul, semoga kerjasama Unhas dan Pemda dapat mewujudkan impian tersebut.

Prof Dr Ridwan Amiruddin, SKM. M.Kes., MS .PH : Ka.Prodi S3 FKM, Ketua umum PERSAKMI

Menyorot IPM Bone yang masih rendah ditengah Indeks pertumbuhan ekonomi di atas 8. Hal ini miris bahwa, ekonomi yang tumbuh baik tidak  menggiring status kesehatan yang baik bagi warganya.
Literasi kesehatan masyarakat yang di kelola dengan baik adalah salah satu unsur utama dari IPM; ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Literasi pendidikan dan  kesehatan yang tidak dikelola dengan baik berdampak nyata pada rendahnya IPM Bone selama ini.

Untuk sektor kesehatan perlu segera di lakukan reorientasi pembangunan kesehatan dari kuratif/sakit base ke upaya pencegahan dan promosi kesehatan. Pengendalian stunting,  kematian ibu dan bayi serta penyakit menular, DBD, TB dan lain-lain, dan mengantisipasi penyakit kronik yang meningkat cepat (stroke, dm, hipertensi) yang berbiaya tinggi.

Harapannya, pembangunan yang dilaksanakan tidak semata pada infra struktur saja, tapi mulai menangani aspek manusianya. Untuk apa ekonomi yang tinggi, kalau warganya sakit sakitan  dan tidak terakses pendidikan dasar dengan baik.

Prof. Dr..Anwar Daud, SKM,M.M.KES, EHS
(Tenaga ahli Gubernur sulsel bidang KESEHATAN lingkungan)

Pengembangan kota Watanpone ke depan ditinjau dari segi kesehatan lingkungan adalah dari segi
1.penataan ruang atau rencana tata ruang wilayah perkotaan yang srhat harus dibenahi/ditata terutama ruang terbuka hijau(RTH) untuk meningkatkan kualitas udara yang sehat.

2. penataan pedagang kaki lima yang membuat kota ini jadi kelihatan kumuh

3. public space yang tidak tertata dengan baik sehingga mencerminkan kekumuhan jika ditinjau dari segi estika

4. penataan drainase agar tidak terbuka supaya tidak menimbulkan bau dan tempat berkembang biak vektor penyakit (nyamuk dan lalat atau binatang lainnya)

5. pengaturan kendaraan bermotor baik roda dua, tiga dan empat perlu ada regulasi agar bisa tertib berlalulintas untuk mengurangi angka kecelakaan dan keselamatan  di jalan raya.

6. penataan dan pengawasan  rumah makan, restaurant, dan cafe-cafe agar tidak terjadi tempat penularan penyakit atau tempat-temlat transaksi obat-obatan psikotropika/obat terlarang, agar generasi kita ke depan bebas dari gangguan mental.

7. perlu pengelolaan sampah agar tidak berserakan

8.perlu pengelolaan limbah cair perkotaan agar tidak mencemari lingkungan. (Rasul)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Raker Senat Akademik Unhas Berakhir, Ini Testimoni 3 Guru Besar Terhadap Bone

Terkini

Iklan