loading...

Dibuka Pj Bupati Bone, Kementerian Pertahanan RI Gelar Seminar Sinergitas Penanganan Ancaman Non Militer di Bone

Dibuka Pj Bupati Bone, Kementerian Pertahanan RI Gelar Seminar Sinergitas Penanganan Ancaman Non Militer di Bone
RAKYATSATU.COM, BONE - Penjabat (Pj) Bupati Bone, Ir H Andi Bakti Haruni, C.E.S. membuka kegiatan seminar Sinergitas Penanganan Ancaman Non Militer, di aula Lateya Riduni, Kamis (05/07). Seminar tersebut merupakan kegiatan Kementerian Pertahanan RI Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bone.

Kegiatan ini dihadiri langsung Perwakilan Kementerian Pertahanan RI Provinsi Sulsel, Brigjen TNI Wahyu Agung Prayitno MPd MM dan juga sebagai narasumber.

Pj Bupati Bone dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa, Pertahanan nonmiliter disebut juga dengan pertahanan nirmiliter merupakan kekuatan pertahanan negara yang dibangun dalam kerangka pembangunan nasional untuk mencapai kesejahteraan nasional dan dipersiapkan untuk menghadapi ancaman nirmiliter.

Lapis pertahanan nirmiliter tersusun dalam fungsi keamanan untuk keselamatan umum yang mencakup penanganan bencana alam dan operasi kemanusiaan lainnya, sosial budaya, ekonomi, psikologi pertahanan, yang pada intinya berkaitan dengan pemikiran kesadaran bela negara, dan pengembangan teknologi.

"Inti pertahanan nirmiliter adalah pertahanan secara nonfisik yang tidak menggunakan senjata seperti yang dilakukan oleh Lapis pertahanan militer, tetapi pemberdayaan faktor-faktor ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan teknologi melalui profesi, pengetahuan dan keahlian, serta kecerdasan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan," jelas H Andi Bakti Haruni.

Dihadapan Forkopimda Kabupaten Bone yang didampingi Kepala Badan Kesbangpol, Dray Vibrianto SIP MSi bersama camat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh adat, Brigjen TNI Wahyu menjelaskan berdasarkan UU No 3 Tahun 2002 pasal 6 dan pasal 7,
Kemhan menjadi bagian pendorong penanganan ancamanan keamanan non militer.

“Tapi eksekutor adalah semua elemen pemerintahan dan masyarakat yang saling bersinergi,” tegasnya.

Lebih lanjut dia ungkapkan Pertahanan Negara diselenggarakan melalui tiga hal.

“Yakni usaha membangun dan membina kemampuan, daya tangkal negara dan bangsa, menanggulangi setiap ancaman,” pungkasnya.  (Rasul) 
loading...
close
Rakyatsatu