loading...

Tunjangan Sertifikasi Guru Bukan Jaminan Guru Akan Rajin, Ini Buktinya

Tunjangan Sertifikasi Guru Bukan Jaminan Guru Akan Rajin, Ini Buktinya
RAKYATSATU.COM, BONE - Meski Tenaga Pendidik (Guru) sudah dimanjakan dengan tunjangan profesi dan sertifikasi guru, namun masih ada oknum tenaga pendidik yang "bandel" tidak masuk sekolah atau absen tanpa keterangan.

Padahal di Kabupaten Bone, tunjangan sertifikasi guru baru- baru saja diterima, tetapi ternyata hal itu tidak membuat oknum guru rajin melaksanakan tugasnya, khususnya oknum guru di Taman Kanak- Kanak (TK) Pertiwi Matanna Tikka.

Berdasarkan pengakuan Kepala TK Pertiwi Matanna Tikka, Hj Rosnawati kepada Rakyatsatu.com, ada seorang guru, AM (inisial) sudah dua hari berturut- turut tidak masuk tanpa pemberitahuan sama sekali.

"AM sudah dua hari tidak masuk (Selasa dan Rabu) tanpa ada pemberitahuan sama sekali. Tadi (Kamis) adaji masuk tapi sangat sebentar dan pergi tanpa izin/pamit. Meski bulan puasa tetapi kan belum libur," ujar Hj Rosnawati, Kamis (24/05).

Selain itu, menurut Kepala TK Pertiwi Matanna Tikka bahwa, AM terkadang meninggalkan tugas pokoknya sebagai guru di saat proses jam belajar mengajar (PBM) berlangsung tanpa pamit atau izin, sehingga muridnya dihadapi oleh guru lain atau Kepala TK Pertiwi Matanna Tikka sendiri.

"Dia itu (AM) terkadang pergi tanpa ada pemberitahuan padahal PBM sementara berlangsung, jadi terkadang saya yang hadapi muridnya. Pernah saya menegur dengan mengatakan, pentingkan tugas pokokta. Ternyata belakangan ini diketahui kalau AM ke rujab Bupati Bone," ujar Hj Rosnawati.

Hal itu pun mendapat respon dari salah seorang pemerhati pendidikan di Kabupaten Bone, Andi Syamsul Alam. Bahkan ia meminta dengan tegas pihak berwenang, dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bone untuk memanggil oknum guru tersebut (AM).

"Saya minta pihak Disdik Bone harus tegas terhadap seorang guru yang sertifikasi. Memang aturannya, tidak bisa dibayarkan sertifikasinya apallbila 3 hari berturut- turut tidak masuk tanpa pemberitahuan maka tunjangan sertifikasinya tidak boleh dibayarkan. Aturan itu harus ditinjau ulang, karena guru akan seenaknya tidak masuk selama dua hari berturut- turut, lalu hari ketiga masuk lagi," tegas Andi Syamsul Alam.

Saat Rakyatsatu.com ke sekolah tersebut, TK Pertiwi Matanna Tikka, sekira 09.45 Wita, AM sudah tidak ada di sekolah tetapi anehnya telah melakukan paraf pulang dan tertera paraf pulang sekira pukul 12.00 Wita.

Sementara itu, Pengawas TK Kecamatan Tanete Riattang, Syamsidar, S.Pd, MM mengatakan kalau dirinya sering menegaskan setiap pertemuan bahwa paraf itu ada dua yakni paraf datang dan paraf pulang. Paraf datang pada saat baru tiba di sekolah dan nanti paraf pulang kalau mau pulang.

"Jadi bukan sekaligus langsung di paraf, tetapi saat datang dan saat mau pulang. Itu sering saya tegaskan setiap ada pertemuan," tegas Syamsidar.

Kepala UPTD Pendidikan Tanete Riattang, Nurhayati Baco, S.Pd mengatakan belum menerima laporan dari Kepala TK Pertiwi Mattanna Tikka sehingga dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

"Ini baru saya tau ndi dan saya akan memanggil yang bersangkutan dan Kepala TKnya untuk saya mintai kelarifikasi, kenapa hal tersebut bisa terjadi," ujarnya.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu