loading...

Kelolah APBD 8 Miliar, Bappeda Tana Toraja akan Beli Dua Unit Mobil Dinas Dobel Kabin untuk Monitoring ke Pelosok

Kelolah APBD 8 Miliar, Bappeda Tana Toraja akan Beli Dua Unit Mobil Dinas Dobel Kabin untuk Monitoring ke Pelosok
RAKYATSATU.COM, TANA TORAJA - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tana Toraja, kelolah APBD 2018 sebanyak 8 Miliar.

Anggaran yang sangat besar ini, bahkan diketahui untuk pertama kalinya dikelolah oleh Bappeda Tana Toraja. Hal ini diakibatkan adanya rencana pembelian dua unit mobil dobel kabin.

Dua unit mobil dobel kabin ini bahkan sempat menjadi perbincangan hangat di rapat Paripurna DPRD saat dianggarkan oleh Bappeda. 

Komisi III DPRD Tana Toraja saat menggelar evaluasi kerja pada Triwulan I, Bappeda bahkan baru mencapai realisasi 18%, akibat terkendala dalam e- katalog untuk pembelian mobil dinas dobel kabin merek Hilux, Senin (28/05).

Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja, Kristian H P Lambe mengatakan bahwa Komisi III sempat mempertanyakan adanya pengadaan mobil dinas tersebut yang seharusnya dianggarkan di Bagian Umum. 

"Saat pemberitahuan program, kami sempat mempertanyakan hal tersebut dan berniat menarik pengadaan mobil dinas tersebut," kata Kristian. 

Namun saat itu, Bappeda memberi jawaban bahwa pengadaan mobil tersebut untuk monitoring evaluasi kerja di pelosok daerah yang sangat memerlukan operasional yang bagus untuk tembus ke lokasi. 

"Alasannya waktu itu untuk monitoring evaluasi kerja di pelosok daerah yang sangat memerlukan operasional yang bagus untuk tembus ke lokasi,"tambah Kristian. 

Daerah pelosok Kabupaten Tana Toraja seperti Kecamatan Bittuang dan Mappak, diketahui memang membutuhkan kendaraan yang memadai seperti mobil dobel kabin, sehingga Komisi III menyetujui pengadaan tersebut.

Diketahui sebelumnya, dalam evaluasi bersama OPD terkait ini, yang paling mencolok terjadi Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda), yang baru mencapai realisasi 18% dari prakiraan yang seharusnya mencapai 30% di Triwulan pertama ini. 

Seketaris Bappeda yang hadir dalam rapat ini mengatakan bahwa hal ini terjadi akibat terkendala pada e-katalog yang belum dikeluarkan untuk pembelian dua unit mobil dinas. (Kris)
loading...
close
Rakyatsatu