loading...

Ini Penyebab Lamanya Antri di Poli dan Apotik RSUD La Temmamala

Ini Penyebab Lamanya Antri di Poli dan Apotik RSUD La Temmamala
Antrian RSUD Latemmamala
RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Antrian membludak pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) La Temmamala Kabupaten Soppeng, harus menjadi perhatian serius yang perlu dibenahi oleh Pemerintah. 

Pasalnya, Hal ini akan berujung kepada tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD menjadi sangat rendah. 

Masyarakat yang datang sejak subuh untuk mengambil antrian untuk menjalani pengobatan rawat jalan, baru mendapat pemeriksaan sekitar pukul 11.00 Wita pada dokter spesialis. Hal inilah yang menjadi pemicu membludaknya antrian di Poli serta di Apotik RSUD.

"Saya datang sejak subuh, namun keluarga saya baru diperiksa oleh dokter sekitar pukul 11.00 wita,"ujar Amir, Warga Marioriawa yang mendampingi keluarganya beberapa waktu yang lalu.

Diketahui dokter Ahli RSUD La Temmamala masuk kerja sekitar pukul 10.00 wita, padahal diketahui dokter Ahli di RSUD La Temmamala merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terikat dengan kedisiplinan pegawai.

Sebelum melakukan pemeriksaan terhadap pasien poli, dokter ahli terlebih dahulu melakukan pemeriksaan pada pasien rawat inap.

"Mungkin karena mereka dokter spesialis, jadi jam kerjanya juga spesial," ujar Amir.

Sementara itu, penanggung jawabnya Apotik RSUD La Temmamala Amrullah saat ditemui, mengatakan, proses pelayanan untuk obat racikan sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) sekitar 60 menit, namun pihaknya bisa menyelesaikan hanya sekitar 30menit, sementara untuk obat kapsul, sirup dll (obat jadi) SPM 30menit, bisa disiapkan hanya 5menit.

"Kita diapotik bisa bekerja dengan maksimal, namun resep yang kita terima rata- rata diatas jam 11, dan secara membludak sehingga membuat kewalahan, karena resep rawat inap dan poli secara bersamaan masuk," ujarnya. 

Diketahui, jumlah pasien yang dilayani apotik La Temmamala dalam sehari berkisar 250 hingga 350 pasien, dimana obat racikan rata-rata berkisar 50 resep. (San/ Ilo)
loading...
close
Rakyatsatu