Datang ke Toraja, Umat Muslim Tak Perlu Repot Cari Arah Kiblat

Datang ke Toraja, Umat Muslim Tak Perlu Repot Cari Arah Kiblat
RAKYATSATU.COM, TORAJA - Desinasi kawasan objek wisata di Toraja, semakin diminati oleh wisatawan lokal, nasional bahkan mancanegara. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, tentunya hal ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan pengelolah objek wisata untuk meningkatkan berbagai strategi untuk semakin menarik wisatawan untuk datang dengan memberikan servis terbaik.

Data yang dimiliki dinas parawisata tana toraja di tahun 2017, sebanyak 70% wisatawan yang masuk ke Toraja merupakan umat muslim. Tentunya untuk mempermudah dan mendukung wisatawan muslim dalam menunaikan ibadahnya. masyarakat Toraja memberikan solusi yang dianggap sebuah kebetulan yang luar biasa dalam menentukan arah kiblat saat ingin melakukan sholat.

Tongkonan (rumah adat Toraja) sebagai simbol Ambe'(Ayah) bagi suku Toraja, dapat dijadikan patokan arah kiblat.  Salah seorang tokoh pemerhati budaya, Ambe' Minda yang sampai saat ini masih menganut kepercayaan Aluk Todolo mengatakan semua Tongkonan di Toraja pasti mengarah ke Utara.

Sesuai aturan nenek leluhur, arah Timur tempat munculnya matahari sebagai simbol kelahiran dan anugerah yang disambut dengan nyanyian syukur. Sedangkan arah Barat sebagai simbol kematian dan malapetaka yang diakhiri dengan tangisan sehingga arah timur dan barat tidak boleh dijadikan tempat arahnya tongkonan.

Dikatakan juga oleh Ambe' Minda bahwa umat muslim sebenarnya ada kaitannya dengan adat dan budaya Aluk Todolo yang merupakan adat nenek leluhur suku Toraja. Jadi umat muslim, tidak perlu merasa kuatir jika mengunjungi Toraja karena budaya Toraja terbuka untuk semua orang. (Kris)